Efek Disinhibisi Online, Alasan di Balik "Netizen Maha Benar"

Kompas.com - 16/04/2019, 12:06 WIB
Ilustrasi media sosial diego_cervoIlustrasi media sosial

Di internet, seseorang bebas membuat dan menggunakan akun anonim yang berlainan dengan identitas aslinya di dunia nyata.

Dengan penggunaan "akun palsu" ini, seseorang akan merasa terlindungi dan tidak perlu mempertanggungjawabkan perkataannya, sehingga bebas berpendapat apa saja.

2. Invisibilitas

Komunikasi di internet sebagian besar menggunakan teks, sehingga pemakai internet tidak perlu menampilkan fisik atau wajahnya.

Tingkat kepercayaan diri seseorang dapat meningkat karena tidak perlu memperhatikan aspek suara, kefasihan, intonasi, dan bahasa tubuh.

Pengguna internet juga dapat bermain peran, dengan mengklaim identitas orang lain, memiliki kepribadian yang berbeda, atau mengaku berjenis kelamin lain.

Baca juga: Kencan Online Tak Seburuk Dugaan, Ini Faktanya...

3. Asinkronisitas

Komunikasi dalam internet tidak bersifat real time. Seseorang dapat begitu saja menghilang setelah menuliskan opininya kapan saja, atau bahkan menghapus akun pribadinya.

Di sisi lain, komunikasi tidak langsung ini juga dapat menyediakan waktu untuk mencerna dan memikirkan sesuatu yang akan disampaikan di internet.

4. Introjeksi solipsistik

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X