Kompas.com - 03/04/2019, 09:40 WIB

KOMPAS.com - American Cancer Society melaporkan pada Selasa (2/4/2019), tingkat kematian akibat kanker prostat, kanker yang paling banyak menyerang pria, dinyatakan stabil atau mengalami penurunan di puluhan negara sejak pergantian abad.

33 dari 44 negara yang disurvei menunjukkan kasus kanker prostat stabil dalam lima tahun terakhir. Sementara tujuh negara lainnya mengalami penurunan.

Hanya ada empat negara yang menunjukkan peningkatan, termasuk Bulgaria.

"Dalam lima tahun terakhir, angka kejadian kanker prostat dan kematian akibatnya mengalami penurunan atau stabil di sebagian besar dunia," ujar penulis studi, MaryBeth Freeman dilansir AFP, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: Terapi Sel Imun jadi Harapan Baru Pengobatan Kanker

Untuk angka kematian akibat kanker prostat, Freeman dan timnya menemukan 14 negara yang disurvei mengalami penurunan. Hanya tiga negara yang mengalami peningkatan kematian.

AS adalah negara dengan penurunan kanker prostat terbesar. Oleh Freeman, hal ini dikaitkan dengan penurunan penggunaan tes diagnostik kontrovesial yang mengidentifikasi banyak tumor tidak berbahaya.

Insiden kanker prostat meningkat di AS pada 1980-an sampai awal 1990-an. Sejak saat itu, Prostate-Specific Antigen (PSA) atau tes darah menjadi tersedia luas.

Namun tes ini tidak tepat dan memunculkan terlalu banyak kesalahan. Alat itu mengidentifikasi tingkat PSA yang lebih tinggi dibanding angka normal dan protein yang diproduksi prostat - salah satu tanda kanker prostat, tapi sebenarnya bisa menjadi gejala penyakit lain.

Selain itu, beberapa kanker prostat tidak agresif dan tidak tumbuh untuk menimbulkan risiko.

Sebaliknya, hasil diagnosis palsu dapat memicu risiko bahaya bagi pasien, seperti kecemasan, komplikasi terkait biopsi dan perawatan anti kanker.

Baca juga: Terapi Sel Terkini Untuk Obati Segala Kanker Resmi Dibuka di Australia

Pada 2012, Satuan Tugas Layanan Pencegahan AS, panel ahli yang meninjau efektivitas layanan klinis preventif menyarankan agar tidak menggunakan tes PSA.

Pada 2018 saran itu direvisi menjadi tes adalah keputusan setiap pria berusia 55 hingga 69 tahun. Namun pria di atas 70 tahun atau lebih disarankan tidak melakukan tes PSA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.