Sisa Fosil Akibat Hantaman Asteroid 66 Juta Tahun Lalu Ditemukan

Kompas.com - 01/04/2019, 17:00 WIB
Robert DePalma (kiri) dan asisten lapangan Kylie Ruble menggali bangkai fosil dari deposit Tanis. Robert DePalma (kiri) dan asisten lapangan Kylie Ruble menggali bangkai fosil dari deposit Tanis.

KOMPAS.com - Para ilmuwan AS mengaku telah menemukan sisa-sisa fosil yang mati akibat hantaman asteroid besar 66 juta tahun lalu, fenomena yang memusnahkan dinosaurus.

Dalam makalah yang terbit Senin di Proceedings of the Academy of Natural Sciences, tim ahli paleontologi dari Universitas Kansas menemukan lapisan induk fosil hewan dan ikan di daerah yang kini disebut Dakota Utara, negara bagian AS.

Hantaman asteroid yang menghantam kawasan Mexico di masa lalu dilabeli sebagai fenomena paling mematikan yang pernah menimpa Bumi dan telah menghanguskan 75 persen flora dan fauna, membunuh dinosaurus dan membuka jalan untuk lahirnya manusia.

Para peneliti percaya, dampak kejadian itu memicu lonjakan seismik yang bergerak cepat sehingga memicu aliran air yang dewas dan puing-puing dari laut dalam yang dikenal sebagai Western Interior Seaway.

Baca juga: Puing Asteroid Ryugu Simpan Petunjuk Keberadaan Air Bumi, Kok Bisa?

Di situs Tanis, Formasi Hell Creek, Dakota Utara, para ilmuwan menemukan sekelompok ikan air tawar, vertebrata darat, pohon, ranting, kayu gelondongan, dan makhluk laut lainnya.

"Beberapa fosil ikan ditemukan menghirup ejecta yang terkait dengan peristiwa Chicxulub. Ini menunjukkan gelombang seismik mencapai Dakota Utara dalam puluhan menit," kata penulis utama Robert DePalma, melansir AFP, Sabtu (30/3/2019).

"Sedimentasi terjadi begitu cepat, semuanya terbentuk dalam tiga lapisan," imbuh rekan penulis David Burnham.

Burnham menggambarkan, kejadian di masa lalu seperti longsoran salju yang hampir mencair kemudian segera mengeras seperti beton.

"Makhluk hidup mati mendadak karena perubahan drastis itu. Kami menemukan seekor ikan yang menabrak pohon dan patah menjadi dua," imbuh dia.

Fosil-fosil di Tanis termasuk apa yang diyakini beberapa spesies ikan yang baru diidentifikasi. Sementara beberapa yang lain adalah contoh terbaik dari jenisnya.

"Situs ini menyimpan catatan dari salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Bumi. Tidak ada situs lain yang memiliki catatan seperti ini," ujar DePalma.

Dan seperti kita ketahui, setelah kejadian itu dunia berubah. Planet yang awalnya ditinggali dinosaurus berubah menjadi planet untuk mamalia dan manusia.

Baca juga: Jepang Umumkan Rencana Meledakkan Asteroid Ryugu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X