Penemuan yang Mengubah Dunia: Bantal, Paling Awal Dibuat dari Batu

Kompas.com - 15/03/2019, 11:29 WIB
Ilustrasi bantalSimone Becchetti/Stocksy Ilustrasi bantal

KOMPAS.com - Tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang sering kali diabaikan. Bahkan, beberapa penelitian mencatat bahwa masalah tidur ini bisa mengancam kesehatan dan kualitas hidup manusia.

Tingginya angka masalah tidur di seluruh dunia ini membuat Organisasi Tidur Dunia (World Sleep Society) mencetuskan Hari Tidur Sedunia pada 2008.

Hari khusus ini bukan terletak pada tanggal, tapi setiap Jumat sebelum musim semi dimulai setiap tahunnya. Tahun 2019, Hari Tidur Sedunia jatuh pada hari ini, 15 Maret.

Membincang soal tidur, tentu akan berbicara tentang benda pendukung kenyamanan seperti kasur, sofa, hingga selimut. Tapi salah satu benda yang tidak bisa dihilangkan untuk tidur adalah bantal.

Baca juga: Ini yang Terjadi jika Bantal Tidur Tak Pernah Diganti

Meski tak beralas, kita sering kali mencari benda untuk menopang kepala dan leher sebagai bantalan. Ini menunjukkan pentingnya bantal untuk manusia.

Namun, tahukah Anda, bantal paling awal jauh berbeda dengan yang kita ketahui saat ini?

Bantal dari Batu

Bantal paling awal dimulai sekitar tahun 7000 sebelum masehi (SM) di Mesopotamia kuno, atau kini dikenal sebagai negara Irak.

Jangan bayangkan bantal pada masa itu empuk dan lembut seperti yang Anda gunakan sekarang. Dulu, bantal terbuat dari batu.

Apakah itu berarti bantal dulu jauh dari kata nyaman? Ya, dulu bantal memang bukan untuk mencari kenyamanan.

Sebaliknya, fungsi bantal batu adalah mencegah serangga merangkak ke dalam mulut, hidung, dan telinga.

Seperti kelas sosial lainnya, bantal juga menandakan status pemakainnya. Semakin tinggi bantal yang digunakan maka kian kaya pula orang tersebut.

Dengan kata lain, semakin kaya maka makin sulit serangga "menggerayangi" tubuh seseorang.

Halaman:



Close Ads X