Peneliti Brasil: Racun Laba-laba Pisang Lebih Efektif Dibanding Viagra

Kompas.com - 05/03/2019, 18:33 WIB
Laba-laba pengembara Brasil atau laba-laba pisang Laba-laba pengembara Brasil atau laba-laba pisang

BRASILIA, KOMPAS.com - Apa yang terlintas dalam pikiran Anda tentang racun dari gigitan laba-laba? Sebagian dari Anda mungkin berpikir tentang reaksi alergi atau lebih ekstrem kematian.

Ya, beberapa gigitan laba-laba, terutama jenis pengembara Brasil atau dikenal sebagai laba-laba pisang, memang mematikan.

Uniknya, gigitan laba-laba itu menyebabkan para korbannya mengalami ereksi selama empat jam sebelum menyebabkan kematian.

Melihat keunikan dari racun laba-laba ini, para peneliti Brasil berpikir untuk memanfaatkannya sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Viagra, Obat Jantung Penawar Disfungsi Ereksi

Bahkan, para peneliti menyebut racun laba-laba pisang tersebut lebih efektif dibandingkan viagra.

Tentunya, untuk mendapatkan manfaat tersebut, racun laba-laba tidak begitu saja dioleskan ke penis. Sebelumnya, para peneliti telah menyarikan racun laba-laba pengembara Brasil dalam bentuk gel.

Alih-alih menyakitkan, gel tersebut menggandakan aliran darah ke penis yang membuatnya ereksi.

Vasil ini didapatkan setelah pengujian pada tikus dan uji klinis.

Merangkum dari The Independent, Minggu (03/03/2019), para peneliti mengoleskan gel ini pada alat kelamin tikus yang mengalami disfungsi ereksi. Gel itu menyebabkan pembengkakan pada penis selama sekitar 60 menit.

Para peneliti mengamati tidak ada tanda-tanda ketidaknyamanan atau bahaya dari gel ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X