Profesor Harvard Buktikan Kebahagiaan Bisa "Dibeli" dengan Uang

Kompas.com - 05/03/2019, 17:02 WIB
ilustrasi bahagia ilustrasi bahagia


KOMPAS.com - Banyak orang bilang, uang bisa membeli segalanya termasuk kebahagiaan. Mungkin banyak orang yang percaya istilah itu, termasuk salah satu profesor di Harvard Business School.

Adalah Ashley Whillans, profesor sekaligus ilmuwan yang membuktikan bahwa kebahagiaan dapat "dibeli".

Dia menemukan, menghabiskan uang bisa membantu mengurangi pekerjaan sehari-hari dan hal lain yang membuat stres. Dengan cara ini, kita menjadi punya banyak waktu untuk melakukan hal lain dan otomatis membuat bahagia.

Baca juga: Bersyukur Membuat Orang Lebih Bahagia, Sains Membuktikannya

Menghabiskan uang yang dimaksud Whillans seperti mengeluarkan uang untuk membayar jasa penatu, jasa kebersihan rumah, membeli makanan secara online, atau transportasi yang menjengkelkan.

Whillans sendiri mengaku menyewa apartemen yang berdekatan dengan kantor supaya bisa jalan kaki dan terhindar dari perjalanan yang membosankan. Meski harus mengeluarkan uang lebih banyak, cara ini membuatnya bahagia.

Studinya telah membuktikan, "membeli" hal-hal yang membuat jengkel bisa menumbuhkan kebahagiaan yang lebih besar dan terhindar dari stres.

Namun di sisi lain, dia menemukan bahwa cara ini juga membuat sebagian orang merasa bersalah.

"Dalam studi saya, saya menemukan banyak orang yang merasa sangat bersalah karena menggunakan jasa orang lain untuk melakukan hal yang bisa dilakukan, meski mereka bisa memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain," ungkap Whillans dilansir Business Insider, Senin (4/3/2019).

Menurut respondennya, membayar seseorang untuk mengantarkan makanan, mencuci, melipat cucian, memotong rumput adalah beban.

"Mereka merasa semua itu menunjukkan bahwa mereka tidak bisa mandiri dan menyelesaikan tugas pribadi," imbuh Whillans.

Baca juga: Inilah Satu-satunya Cara Membeli Kebahagiaan Menurut Sains

Untuk menangkal rasa bersalah itu, menurut Whillans cara terbaik yang bisa dilakukan adalah fokus pada manfaat yang didapat.

Pasalnya, memiliki waktu luang lebih mengarahkan diri pada kebahagiaan yang lebih besar dan menjadikannya bermakna.

"Jika saya mengeluarkan uang demi mendapatkan waktu luang, maka saya akan menikmati waktu yang saya miliki," ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X