Kompas.com - 02/03/2019, 11:59 WIB
Ilustrasi bayi kembar SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi kembar

KOMPAS.com - Para dokter di Australia mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi kasus kembar kedua yang tampaknya lahir dari pertemuan satu telur dan dua sel sperma.

Bayi kembar laki-laki dan perempuan itu memiliki DNA ibunya, tetapi DNA ayah yang berbeda-beda pada setiap bayi.

Mereka disebut sebagai kembar semi-identik dan sebuah penelitian baru di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa kembar seperti itu sangat langka. Satu-satunya kasus yang dilaporkan terungkap pada 2007.

Hampir semua kembar adalah kembar fraternal (dua sel telur dan dua sel sperma menciptakan dua embrio terpisah) atau kembar identik (satu embrio terbelah dua sebelum melanjutkan perkembangan normal masing-masing).

Baca juga: Ketangguhan Manusia Terbukti Lagi dalam Studi Kembar NASA

"Ini menegaskan bahwa ada jenis kembar ketiga, yang bukan kembar fraternal maupun identik. Ini akan terasa aneh karena berada di tengah-tengahnya," kata kepala penulis Dr. Michael Terrence Gabbett dari Universitas Teknologi Queensland di Brisbane kepada Reuters Health melalui telepon.

Setiap sel sperma mengandung setengah DNA ayah. Tapi dari satu sperma dengan sperma lainnya tidak identik karena setiap pria memiliki campuran materi genetik dari kedua orang tuanya, dan setiap saat DNA lengkap itu akan berubah menjadi sperma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai contoh, beberapa sperma akan mengandung salinan kromosom Y ayah yang menghasilkan anak laki-laki dan beberapa juga akan membawa kromosom X ayah yang akan berkembang menjadi anak perempuan.

Dalam kasus kembar di Australia, yang sekarang berusia empat tahun dan tinggal di Brisbane, sel telur ibunya dibuahi dengan satu sperma yang membawa kromosom X dan satu sperma yang membawa kromosom Y.

Karena USG (ultrasonografi) diambil pada awal kehamilan menunjukkan bahwa kedua janin memiliki plasenta yang sama, dokter menganggap janin itu adalah kembar identik.

Tetapi ketika melakukan USG delapan minggu kemudian, hasilnya adalah satu anak merupakan anak laki-laki dan satunya adalah anak perempuan.

Ini merupakan sesuatu yang dianggap mustahil untuk kembar identik.

Tim Gabbett seketika mengetahui bahwa sesuatu yang luar biasa telah terjadi. Para peneliti mengatakan bahwa setelah pembuahan, DNA dari sel telur dan dua sel sperma terbelah, kemudian terbagi menjadi tiga embrio.

Dua di antaranya memiliki cukup DNA sel telur dan DNA sel sperma untuk membuat embrio terus hidup. Embrio yang tersisa, yang hanya memiliki DNA sel sperma, tidak dapat hidup.

Baca juga: Jika Kembar Identik Menikahi Kembar Identik, Bagaimana Keturunannya?

Anak laki-laki dan perempuan kembar itu ditemukan memiliki 100 persen DNA ibu yang sama, tetapi hanya membawa 78 persen identik dengan DNA pihak ayah.

Satu-satunya kasus lain dari apa yang disebut kembar sesquizygotic yang pernah dilaporkan ini, diidentifikasi pada 2007.

Mereka menjadi perhatian dokter karena salah satunya memiliki organ genital yang ambigu.

Untuk melihat apakah fenomena itu mungkin lebih umum daripada yang diyakini dokter, tim Gabbett memeriksa data internasional dari 968 kembar fraternal dan orang tua mereka.

Namun, tidak ada yang menunjukkan pola yang sama.

Karena kombinasi aneh dari DNA yang diambil dari dua sperma, dokter khawatir bahwa si kembar mungkin rentan terhadap kanker organ reproduksi.

"Ternyata anak perempuan itu baru saja mengalami beberapa perubahan dalam ovariumnya yang membuat orang-orang tidak nyaman, jadi sayangnya dia harus mengangkat indung telurnya," kata Gabbett.

"Sementara sang anak laki-laki terus dipantau testisnya dengan USG," sambungnya.

Anak perempuan itu juga memiliki gumpalan darah di lengannya, namun hal itu tidak dianggap terkait dengan pembuahan tidak lazim yang dialaminya.

"Selain itu, kedua bayi kembar itu adalah anak-anak yang cantik, baik, dan sehat," kata Gabbett.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X