Meningkat, Kasus Kanker Serviks Baru di Indonesia 32.469 Jiwa di 2018

Kompas.com - 20/02/2019, 12:56 WIB
Ilustrasi kanker serviks champjaIlustrasi kanker serviks

Saat HPV masuk ke tubuh perempuan, ia akan menghasilkan dua jenis protein berbahaya, yakni E6 dan E7.

Kedua protein ini bisa menonaktifkan gen tertentu yang bertugas menghentikan perkembangan tumor.

Selain menonaktifkan gen pelindung tumor, kedua protein juga memicu pertumbuhan sel dinding rahim secara agresif dan menyebabkan perubahan gen atau mutasi gen.

Mutasi gen itulah yang akhirnya menjadi penyebab kanker serviks berkembang dalam tubuh.

Andri menegaskan, para perempuan harus sadar betul akan pentingnya pencegahan kanker serviks. Pencegahan sendiri dapat dilakukan secara primer atau sekunder.

Pencegahan primer dengan melakukan vaksinasi. Sementara sekunder dengan melakukan skrining atau deteksi dini.

Baca juga: Kanker Serviks Tak Selalu akibat Seks Bebas, Hapus Stigma Itu

Fungsi leher rahim atau serviks

Untuk diketahui, leher rahim atau serviks merupakan organ penting berbentuk tabung yang menghubungkan vagina dan rahim.

Leher rahim memiliki fungsi untuk mengeluarkan lendir rahim. Lendir rahim sendiri berfungsi sebagai perlindungan alami tubuh dari bakteri yang berasal dari luar tubuh.

Selain itu, lendir rahim berfungsi membantu sperma berenang menuju ovum dalam proses reproduksi juga sebagai jalan lahirnya bayi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X