Jokowi Mengaku 3 Tahun Tidak Ada Kebakaran Hutan, Ini Faktanya

Kompas.com - 17/02/2019, 20:34 WIB
Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas.Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas.

KOMPAS.com - Dalam debat kedua Pemilihan Presiden 2019, calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto beradu gagasan dengan tema "Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup".

Dalam pemaparan vsii misi, Jokowi mengaku selama tiga tahun tidak pernah ada kebakaran hutan dan kebakaran gambut.

" Kebakaran lahan gambut tidak terjadi lagi dan ini sudah bisa kita atasi. Dalam tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan, hutan, kebakaran lahan gambut dan itu adalah kerja keras kita semuanya," kata Jokowi.

"Dan kami ingin mengurangi sampah di sungai dan laut," ungkapnya.

Baca juga: Prabowo Bahas Kenaikan Gaji ASN saat Debat, Benarkah Uang Solusinya?

Menurut pemberitaan Kompas.com, September 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan, sedikitnya 1.052 hektar lahan dan hutan di Provinsi Riau ludes terbakar. Jumlah luas lahan yang terbakar ini merupakan kalkulasi dari Januari hingga bulan ini (September 2017).

Kebakaran lahan dan hutan terparah berada di wilayah pesisir Riau yakni Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Rinciannya di Rohil 281 hektar dan di Meranti 200 hektar.

Sementara kebakaran terparah lainnya berada di Kabupaten Pelalawan. Selain lahan, kawasan yang terbakar disana adalah Taman Nasional Tesso Nilo dan Suakamarga Satwa Kerumutan. Disana luas yang terbakar 145 hektar.

"Di Kabupaten Kampar luas areal yang terbakar 67 hektar kemudian di Bengkalis ada 62 hektar. Sisanya menyebar di delapan kabupaten kota,"ucap Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur Senin (18/9/2017).

Dia menyebutkan, kebakaran di tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 2.348 hektar. Tahun itu, kebakaran terparah juga 'dipegang' daerah pesisir Riau yakni Kabupaten Meranti, Pelalawan, Dumai dan Rohil.

Kebakaran sangat parah terjadi pada 2015. Luas areal yang terbakar mencapai 5.595 hektar. Kebakaran sempat menyebabkan perekonomian Riau lumpuh. Sekolah diliburkan, bandar udara ditutup dan ribuan warga terjangkit ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Akut). Presiden Joko Widodo terpaksa turun tangan ke Riau kala itu untuk memenang komando penanggulangan kebakaran.

Baca juga: Siasat Ahli Bahasa Menghindari Muslihat Debat Calon Presiden

Calon presiden nomor 01 yang memiliki visi Indonesia maju juga mengatakan akan menekamn pemakaian energi vosil.

"Di bidang energi kami ingin mengurangi pemakaian energi vosil. Saat ini kami sudah menggunakan pemakaian B20 ini akan kita teruskan ke b100, sehingga ketergantungan energi vosil berkurang dari tahun ke tahun," kata Jokowi.

Seperti diketahui, B20 merupakan campuran biodiesel sebanyak 20 persen dalam bahan bakar minyak (BBM).

Kemudian untuk pangan, Jokowi berjanji akan menjaga stok pangan dan kestabilitas harga.

"Terimakasih pada petani jagung, tahun 2015 kita impor 3,5 juta ton jagung jadi 180 ribu ton jagung. Ini sebuah lompatan besar," ungkapnya.

Debat capres cawapres kedua dilakukan di   Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta, pada Minggu (17/2/2019) dan yang melakukan debat hanya calon presiden nomor urut 01 dan 02.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X