Kompas.com - 27/12/2018, 15:30 WIB
4 orang terlihat mengambil foto diri di dekat lokasi bencana tsunami yang menunjukkan kerusakan parah di belakangnya. The Guardian4 orang terlihat mengambil foto diri di dekat lokasi bencana tsunami yang menunjukkan kerusakan parah di belakangnya.

"Kemajuan teknologi Internet salah satunya perkembangan media sosial di instrial wave 4.0 masih belum diikuti perilaku yang bijak dari penggunanya dalam hal social sensitivity," Listyo menegaskan.

Lunturnya Budaya Kolektif

Fenomena orang yang lebih senang berselfie dengan latar belakang lokasi bencana juga dihubungkan dengan lunturnya budaya kolektif oleh Listyo.

Baca juga: Pasca Tsunami Selat Sunda, Begini Rencana Pemerintah Terkait Mitigasi

"Keinginan membantu orang lain yang mengalami bencana dan lebih melakukan swa foto sebenarnya juga tidak terlepas dari mulai lunturnya budaya kolektivitas," kata Listyo.

Budaya kolektivitas yang dimaksud adalah kedukaan yang dialami orang lain juga membuat kedukaan bagi kita untuk empati dan peduli membantu.

"Masyarakat mulai banyak hidup berkompetisi dalam berbagai area kehidupan sehingga membuat kebersamaan menjadi berkurang," tegas Listyo.

Dosen psikologi di Universitas Surabaya ini juga mengisahkan bahwa dia melihat sendiri fenomena ini saat membantu penanganan di Pandeglang.

"Seperti kasus bencana di Lombok dan Palu, di Banten kemarin juga banyak orang datang untuk selfie," kisahnya.

Menakar Sensitivitas Sosial

Berkaca dari kasus yang dilihatnya itu, Listyo mengajak kita untuk menakar kembali sensitivitas sosial.

"Cara sederhana menakar social sensitivity kita adalah, apakah kita mampu menjadi pendengar yang baik bagi orang lain?," ujarnya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.