Kompas.com - 27/11/2018, 20:30 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Kemudahan sarana teknologi, komunikasi, dan internet telah membantu semua orang menyelesaikan banyak hal. Namun tanpa disadari hal ini juga menjadi penyebab tingginya angka obesitas di Indonesia.

Studi terdahulu menunjukkan angka obesitas lebih banyak dialami oleh mereka dengan tingkat sosio-ekonomi tinggi. Namun, studi lain yang dilakukan Aizawa pada 2017 menunjukkan perubahan pola, di mana angka obesitas juga tinggi pada mereka dengan tingkat sosio-ekonomi rendah.

Hal inilah yang menarik perhatian Cahya Utamie Pujilestari, seorang mahasiswi PhD Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Klinis dari Universitas Umeå, Swedia, untuk terbang ke tanah air meneliti kasus tersebut.

"Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan sosio-ekonomi dan perbedaan gender pada obesitas perut (obesitas sentral), dan juga efek dari obesitas tersebut pada kelompok sosio-ekonomi dan gender berbeda," tulis Utamie dalam surat elektronik yang diterima Kompas.com, Selasa (27/11/2018).

Baca juga: Studi: Perempuan Desa Indonesia 7 Kali Lebih Rentan Alami Perut Buncit

Studi yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk tesis untuk meraih gelar doktor itu menganalisis obesitas perut dari perspektif sosio-ekonomi dan kesetaraan gender.

Seperti diberitakan sebelumnya, Utamie mengacu pada empat studi dengan total 15.500 responden yang berasal dari kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebagian besar responden yang terlibat dalam penelitian berasal dari daerah pedesaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam studinya, ia menemukan bahwa perempuan desa tujuh kali lebih mungkin memiliki obesitas perut dibanding pria.

"Perlu saya luruskan bahwa hasil penelitian menunjukkan prevalensi obesitas perempuan di Purworejo (dengan usia 50 tahun ke atas) tujuh kali lebih tinggi dibandingkan pria, dan (obesitas) lebih banyak pada mereka dengan tingkat sosio-ekonomi tinggi," kata Utamie.

"Namun, efek dari obesitas (dalam studi ini kami meneliti efek obesitas terhadap disabilitas dan kematian) lebih tampak pada mereka dengan tinggal sosio-ekonomi rendah," sambungnya.

Dalam penelitiannya, Utamie mengukur lingkar pinggang (waist circumference) dengan tolak ukur sebagai berikut, lebih dari 90 sentimeter untuk pria dan lebih dari 80 sentimeter untuk perempuan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.