Kompas.com - 27/11/2018, 20:30 WIB

Sementara tingkat ekonomi rendah (miskin) diukur oleh analisis aset yang dimiliki, meliputi keadaan rumah, kepemilikan kendaraan, kepemilikan lahan, dan lain sebagainya.

"Analisis aset index inilah yang akan mengkategorikan status sosio-ekonomi," ucapnya.

Ia mengaku, dalam studinya ia tidak memiliki data tentang makanan apa saja yang dikonsumsi oleh masyarakat desan dengan tingkat ekonomi rendah, ataupun data aktivitas fisik.

Meski demikian, Utamie mengungkap bahwa hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di area yang sama menemukan bahwa faktor risiko kurang melakukan aktivitas fisik memegang peranan penting.

"Hasil penelitian tersebut (Ng N, et.al., 2009) menunjukkan bahwa prevalensi kurangnya aktifitas fisik pada Wanita lebih tinggi dibandingkan Pria," kata Utamie.

Baca juga: Ahli: Obesitas dan Kurang Berat Badan Bisa Kurangi Umur Sampai 4 Tahun

Konsekuensi ke depan

Dari hasil penelitiannya, Utamie melihat jika perempuan dengan tingkat ekonomi rendah mengalami obesitas, nantinya hal tersebut akan berhubungan dengan penyakit terkait kegemukan dan berujung pada pembiayaan kesehatan yang tidak murah.

Beberapa penyakit yang dimaksud Utamie antara lain gangguan metabolisme, penyakit jantung, diabetes, dan lain sebagainya.

Ia menambahkan, studinya juga menunjukkan hubungan antara kegemukan dengan disabilitas dan juga kematian, terutama pada kelompok dengan sosio-ekonomi rendah.

"Hal lain yang juga ingin saya garis bawahi adalah, selain berat badan, kita juga sangat perlu menjaga lingkar pinggang kita. Besarnya lingkar pinggang menunjukkan penumpukan lemak visceral (visceral fat), yang terbukti dapat menyebabkan sindrom metabolik. Gangguan metabolisme (metabolic syndrome) selanjutnya yang akan mengacaukan dan menyebabkan penyakit penyakit seperti diabetes dan jantung," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.