Ahli: Obesitas dan Kurang Berat Badan Bisa Kurangi Umur Sampai 4 Tahun - Kompas.com

Ahli: Obesitas dan Kurang Berat Badan Bisa Kurangi Umur Sampai 4 Tahun

Kompas.com - 07/11/2018, 13:30 WIB
Ilustrasi timbangankatiko-dp Ilustrasi timbangan


KOMPAS.com - Laporan yang terbit di jurnal Lancet menyebut orang yang obesitas dan kekurangan berat badan, usianya berkurang sekitar empat tahun.

Salah satu laporan terbesar di Inggris ini melibatkan hampir dua juta orang yang terdaftar di klinik-klinik di seluruh Inggris.

Para peneliti menemukan mulai umur 40 tahun, orang yang memiliki indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) sehat antara 18 sampai 25, risiko meninggal akibat penyakit rendah.

Namun mereka yang berada pada indeks BMI tinggi dan rendah, risiko harapan hidupnya lebih pendek.

Baca juga: 25 Tahun Lagi, Obesitas Bisa Jadi Penyebab Terbesar Kanker pada Wanita

BMI dihitung dengan membandingkan berat badan dalam kilogram terhadap kuadrat tinggi badan dalam meter.

Angka BMI yang "sehat" adalah antara 18,5 sampai 25.

Sebagian besar dokter mengatakan metode ini adalah cara terbaik untuk mengukur apakah seseorang kelebihan berat badan atau tidak.

Kanker karena obestitas pada perempuan

Studi yang terbit di Lancet Diabetes and Endocrinology menunjukkan, tingkat harapan hidup laki-laki dan perempuan yang kelebihan berat badan rata-rata berkurang 4,2 sampai 3,5 tahun dibandingkan mereka yang masuk dalam indeks BMI sehat.

Untuk laki-laki dan perempuan yang berat badannya kurang dari normal, harapan hidup 4,3 sampai 4,5 tahun lebih rendah.

BMI dikaitkan dengan sejumlah penyebab kematian termasuk kanker, gangguan jantung, dan penyakit pernafasan.

Penelitian dengan analisis data dari 3,6 juta orang dan 167.512 kematian menunjukkan, obesitas atau BMI 30 lebih terkait dengan kemungkinan dua penyebab kematian, yakni jantung dan kanker.

"BMI yang lebih tinggi dari 25, titik teratas indeks sehat, terkait dengan sebagian besar kanker, penyakit jantung, pernafasan, liver, dan ginjal," kata penulis laporan Dr Krishnan Bhaskaran.

Jurnal The British Journal of Cancer yang terbit edisi April mengungkap bahwa obesitas terkait dengan 7,5 persen kasus kanker perempuan di Inggris.

Badan amal Cancer Research Inggris memperkirakan, 23.000 perempuan akan mengalami kanker karena obestitas pada 2035.

Obesitas juga akan menjadi penyebab utama kanker pada perempuan pada 2043 bila tren ini terus berlanjut.

Studi ini juga mengungkap bahwa kekurangan berat terkait dengan sejumlah penyebab kematian lain seperti, demensia, alzheimer, jantung dan bunuh diri.

Baca juga: Kasus Bocah Pluit, Bagaimana Terkunci di Mobil Bisa Sebabkan Kematian?

Namun, Bhaskaran menyatakan kaitan antara BMI yang rendah dan penyebab kematian lebih "konservatif" karena kurang jelas apakah kurus memiliki kaitan langsung dengan penyakit atau hanya merupakan petunjuk buruknya kesehatan seseorang.

Ia juga mengakui bahwa studi ini masih terbatas karena kurangnya informasi tentang jenis makanan yang dikonsumsi dan juga aktivitas fisik individu.

Tetapi Bhaskaran menekankan pentingnya menjaga BMI antara 21 sampai 25.



Close Ads X