Kompas.com - 25/11/2018, 17:00 WIB
siluet cap tangan manusia purba yang letaknya masih satu bidang dengan lukisan gua tertua di dunia. siluet cap tangan manusia purba yang letaknya masih satu bidang dengan lukisan gua tertua di dunia.

KOMPAS.com - Tim gabungan Internasional dari Griffith University dan Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja menerbitkan laporan di jurnal Nature tentang temuan lukisan dinding gua tertua yang ada di kawasan pegunungan karst Sangkulirang Mangkalihat, Kalimantan Timur, Indonesia.

Salah satu peneliti yang juga dosen dan ahli di bidang gambar cadas dari ITB, Pindi Setiawan, berkata kepada Kompas.com bahwa gambar cadas dengan bentuk banteng liar yang berusia 40.000 tahun itu memiliki warna merah yang berasal dari oker.

Pigmen alami oker sepertinya tidak hanya dipakai seniman purba dari Indonesia. Hampir seluruh gambar prasejarah yang ditemukan, termasuk lukisan di dinding gua maupun lukisan dari abad pertengahan dibuat menggunakan oker.

Untuk diketahui, oker adalah pewarna merah alami yang berasal dari tanah liat berpigmen hematit atau mineral kemerahan yang mengandung zat besi teroksidasi.

Baca juga: Merunut Kisah Penemuan Dinding Gua Tertua di Kalimantan

"Zat besi teroksidasi adalah zat besi yang telah bercampur dengan oksigen," kata Paul Pettitt, seorang profesor arkeologi paleolitik di Universitas Durham, Inggris.

Pettitt menjelaskan, karena oker pada dasarnya merupakan mineral, ia tidak mungkin luntur sehingga membuatnya tetap awet sampai berabad-abad.

"Warna cerah dan kemampuannya untuk menempel di permukaan apapun, termasuk tubuh manusia, membuat oker menjadi krayon atau cat yang ideal," imbul April Nowell, seorang profesor arkeolog paleolitik di Jurusan Antropologi, Universitas Victoria, Kanada.

Di mana bisa menemukan oker?

Oker bisa ditemukan di bebatuan dan tanah. Pada dasarnya di manapun mineral besi berkumpul dan terbentuk, kita bisa menemukan oker.

"Oker bisa ditemukan di tepi lembah, tebing, dan di gua-gua," ujar Pettitt kepada Live Science, dilansir Selasa (20/11/2018).

Menurut Pettitt, oker sebenarnya sangat mudah didapat. Ia mengatakan, siapa pun yang menggunakan gua atau hidup di sekitar lembah tentu mudah menemukannya.

"Saat kita memegang oker, telapak tangan akan berubah menjadi berwarna merah atau kuning cantik," ujar Pettitt.

Untuk mengubah oker menjadi pewarna, oker harus diubah menjadi bubuk terlebih dahulu. Oker yang telah menjadi bubuk kemudian dicampur dengan cairan seperti air, air liur, atau putih liur untuk selanjutnya digunakan sebagai cat berpigmen.

Jejak penggunaan oker

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X