HIV/AIDS Bukan Akhir dari Segalanya, Tesa Sudah Membuktikannya

Kompas.com - 21/09/2018, 20:04 WIB
Tesa Bhakti Satrio Wicaksono Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dirjen KesMas: Buku KIA adalah Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Anak, https://sains.kompas.com/read/2018/09/20/070700023/dirjen-kesmas--buku-kia-adalah-tanggung-jawab-orangtua-terhadap-anak. Penulis : Bhakti Satrio Wicaksono Editor : Shierine Wangsa WibawaTesa

KOMPAS.com – Baik orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan masyarakat yang tidak terinfeksi sering menganggap bahwa mereka yang mengidap HIV/AIDS tidak memiliki masa depan dan memiliki masa hidup yang lebih singkat.

Anggapan tersebut ternyata tidak tepat. Hal ini dibuktikan oleh Tri Eklas Tesa Sampurno yang akrab disapa Tesa. Dia mampu bertahan hidup dari virus ini hingga 11 tahun lamanya.

“Saya awalnya orang yang membenci takdir saya dengan HIV ini dan pada akhirnya, saya jatuh cinta pada HIV ini,” jelas Tesa saat ditemui pada konferensi pers kampanye #SayaBerani, Kamis (20/09/2018), di Jakarta.

Tesa diketahui mengidap HIV pada tahun 2007 lewat NAPZA. Tesa menuturkan, ia mulai menggunakan NAPZA sejak duduk di kelas 3 SMP setelah wafatnya sang ayah.

Diakui Tesa, ayahnya adalah sosok yang paling dekat dengan dirinya. Saking dekatnya, ia mengabadikan wajah sang ayah dan kalimat "Hompimpah alaikum gambrengi" dengan aksara sunda di tangan sebelah kirinya.

Baca juga: Vaksin HIV Terbaru Diujicobakan Pada Manusia

“Ayah adalah sosok yang paling dekat dengan saya. Dan kalimat 'Hompimpah alaikum gambreng'ini artinya luar biasa, yaitu ‘Dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain!’ dan ini sangat dekat dengan Ayah saya,” ujar Tesa.

Tesa, salah satu ODHA membagikan kisahnya tentang perjuangannya yang 11 tahun melawan HIV/AIDS dan masih sampai sekarang. Tesa, salah satu ODHA membagikan kisahnya tentang perjuangannya yang 11 tahun melawan HIV/AIDS dan masih sampai sekarang.

Pada awalnya, dia didiagnosis dokter menderita hepatitis C. Namun setelah mengikuti proses pengobatan yang panjang, penyakit yang diduga hepatitis ini tidak kunjung sembuh. Hingga akhirnya, Tesa menemui dokter di salah satu rumah sakit di Bandung yang menetapkan ia menderita HIV/AIDS dan sudah berada pada stadium 3.

“Dokternya bilang, 'Sudah masuk stadium 3 dan kamu masih bisa bawa motor ke sini. Kamu udah gila?',” ujarnya yang disambut dengan tawa.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X