Kompas.com - 16/09/2018, 13:39 WIB

Polusi udara tak hanya dihasilkan dari aktivitas manusia, seperti pabrik, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan. Asap kebakaran itu bisa menetap lama di atmosfer. "Partikel polutan udara berlaku sama seperti asap rokok," kata Kinney.

Kasus kebakaran hutan dan gambut juga menjadi salah satu faktor tingginya polusi udara di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Sudibyakto, kebakaran hutan dan gambut dapat merusak ekosistem lahan tropika basah dan mempercepat proses perubahan iklim.

World Resources Institute (WRI) menyebut, kebakaran hutan dan gambut di Indonesia menghasilkan emisi harian yang lebih besar daripada Emisi Perekonomian AS secara keseluruhan.

Kondisi ini semakin meningkatkan lonjakan emisi gas rumah kaca karena gambut adalah salah satu penyimpan karbon tertinggi di bumi, yang tertimbun selama ribuan tahun.

Universitas Harvard dan Columbia menyatakan ada 100.300 kasus kematian yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia pada September sampai Oktober 2015. Dari jumlah itu diperkirakan 91.600 kematian ada di Indonesia, 2.200 kasus kematian di Singapura, dan 6.500 kasus kematian di Malaysia.

Baca juga: Dibanding Eropa dan Amerika, Polusi Udara di Asia 9 Kali Lebih Tinggi

Tips jaga kesehatan hadapi perubahan iklim dan polusi udara

Dokter Spesialis anak senior di Bengkulu, Abul Khair, memberikan tips untuk menjaga kesehatan akibat perubahan iklim dan polusi udara.

Hal yang paling penting menurutnya dari sisi kesehatan adalah mengupayakan peningkatan kekebalan tubuh dengan imunisasi.

"Imunisasi penting untuk kekebalan tubuh, seperti imunisasi flu, malaria, dan lain-lain. Memang ini mahal, namun harus diupayakan. Lebih baik kalau pemerintah memberikan gratis seperti di beberapa negara maju," ujarnya.

"Selain itu faktor lingkungan tempat tinggal harus baik dan bersih, dan tidak kalah penting asupan gizi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.