Kompas.com - 16/09/2018, 13:39 WIB

Tingginya tingkat polusi udara tidak hanya dirasakan Jakarta. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2016, ada lebih dari 80 persen negara di seluruh dunia yang mengalami pencemaran udara melebihi ambang batas.

Untuk itu, WHO merekomendasikan agar negara-negara menurunkan tingkat polusi udara tahunan mereka menjadi 20 µg/m3 (PM10) dan 10 µg/m3 (dalam PM2,5).

WHO menegaskan, polusi udara adalah ancaman yang sangat berbahaya dan telah menyebabkan sekitar tujuh juta orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Sebuah analisis terbaru dari International Energy Agency (IEA) tahun 2016 bahkan memperkirakan, polusi udara bertanggung jawab atas kematian dini 60.000 orang di Indonesia.

Baca juga: Tak Hanya Pernapasan, Polusi Udara Juga Mengancam Ginjal Kita

Kematian akibat polusi udara umumnya terjadi di negara miskin dan berkembang. Dari total 9 juta kematian, sebanyak 6,5 juta kematian diakibatkan oleh pencemaran udara. Lalu, hampir setengah dari total angka itu berasal dari dua negara dengan penduduk terbanyak, yakni India dan China.

Data ini dipaparkan dalam The Lancet medical journal, yang dilansir kantor berita AFP. Negara dengan pembangunan industri yang cepat seperti India, Pakistan, China, Banglades, Madagaskar, dan Kenya, tercatat memiliki akumulasi dampak polusi hingga satu orang dari setiap empat kematian.

Polusi Udara, Kesehatan, dan Perubahan Iklim

Polusi udara memicu perubahan iklim, sebaliknya perubahan iklim juga memperparah polusi udara.

Studi yang dipimpin Patrick Kinney, profesor kesehatan perkotaan Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Boston, Amerika Serikat menunjukkan, parahnya polusi udara tetap terjadi walau hanya faktor perubahan suhu yang diperhitungkan.

Perubahan iklim menaikkan suhu rata-rata Bumi. Suhu tinggi meningkatkan kabut asap. Partikel ozon dalam kabut asap akan terbentuk lebih cepat pada suhu tinggi.

Karena itu, perubahan iklim dan polusi udara berdampak bolak-balik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.