Kompas.com - 03/09/2018, 11:42 WIB
Robot Opportunity milik NASA yang telah mengelilingi planet MARS sejak 2003. Kini, ia sedang tidur cukup lama karena dampak badai debu di planet merah. Robot Opportunity milik NASA yang telah mengelilingi planet MARS sejak 2003. Kini, ia sedang tidur cukup lama karena dampak badai debu di planet merah.


KOMPAS.com - Badai debu global terlama yang menerpa Mars akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dan kini langit Mars sudah mulai bersih. Kabar ini merupakan berita penting dan membahagiakan untuk para ahli, terutama bagi NASA.

Seperti diberitakan sebelumnya, robot penjelajah MARS tertua milik NASA, yakni Opportunity, "tertidur" karena adanya badai debu global ini. Sejak 10 Juni 2018, robot Opportunity dikabarkan tidak lagi mengirimkan sinyal ataupun kabar ke Bumi.

Karena badai debu global hampir berakhir, artinya robot Opportunity berpeluang bangun dari tidur panjangnya dan mulai berkomunikasi dengan Bumi lagi.

Baca juga: Badai Debu Bikin Robot Penjelajah Tertua di Mars Tidur Panjang

Saat badai debu mencapai tingkat tau 1,5 - ukuran jumlah debu di langit - NASA berencana akan mengirim perintah ke Opportunity untuk membangunkannya. Bila lebih dari 45 hari Opportunity tidak merespons, NASA mungkin akan menyatakan rover berumur 14 tahun itu tamat.

"Sebentar lagi Matahari sudah bisa menerobos kabut debu dan baterai Opportunity akan dapat terisi ulang," ujar John Callas, manajer proyek Opportunity di NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), dilansir IFL Science, Jumat (31/8/2018).

"Saat kami dapat mendengar kabar Opportunity, kami akan memulai proses untuk memahami statusnya dan memperbaikinya secara online," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, robot Opportunity mengandalkan sinar matahari untuk mengisi daya baterainya. Saat Mars tertutup badai debu tebal, sinar matahari tidak dapat menembus permukaan Mars dan akhirnya robot Opportunity tertidur lama.

Opportunity mendarat di Mars pada 2014 bersama dengan robot Twin Spirit yang sudah lebih dulu menyerah pada 2010 karena pengaruh cuaca di Mars.

Menurut ilmuwan proyek Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), Rich Zurek, badai debu Mars tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah dan beruntung akhirnya hampir berakhir.

Baca juga: Badai Debu Mars Hantam Robot Penjelajah Milik NASA

Terkait waktu 45 hari yang diberikan NASA untuk melihat perkembangan Opportunity, beberapa ahli sebenarnya menganggap waktu itu kurang lama.

Jika rover tidak merespons dalam jangka waktu tersebut, NASA secara pasif hanya akan mendengarkan Opportunity selama beberapa bulan setelahnya hingga panel surya bersih dari debu dan ada kemungkinan untuk membuat rover hidup kembali.

Kini yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dan berhadap bahwa rover Opportunity dapat mengalahkan badai debu dan melanjutkan petualangannya di Mars.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.