Kompas.com - 03/09/2018, 11:42 WIB


KOMPAS.com - Badai debu global terlama yang menerpa Mars akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dan kini langit Mars sudah mulai bersih. Kabar ini merupakan berita penting dan membahagiakan untuk para ahli, terutama bagi NASA.

Seperti diberitakan sebelumnya, robot penjelajah MARS tertua milik NASA, yakni Opportunity, "tertidur" karena adanya badai debu global ini. Sejak 10 Juni 2018, robot Opportunity dikabarkan tidak lagi mengirimkan sinyal ataupun kabar ke Bumi.

Karena badai debu global hampir berakhir, artinya robot Opportunity berpeluang bangun dari tidur panjangnya dan mulai berkomunikasi dengan Bumi lagi.

Baca juga: Badai Debu Bikin Robot Penjelajah Tertua di Mars Tidur Panjang

Saat badai debu mencapai tingkat tau 1,5 - ukuran jumlah debu di langit - NASA berencana akan mengirim perintah ke Opportunity untuk membangunkannya. Bila lebih dari 45 hari Opportunity tidak merespons, NASA mungkin akan menyatakan rover berumur 14 tahun itu tamat.

"Sebentar lagi Matahari sudah bisa menerobos kabut debu dan baterai Opportunity akan dapat terisi ulang," ujar John Callas, manajer proyek Opportunity di NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), dilansir IFL Science, Jumat (31/8/2018).

"Saat kami dapat mendengar kabar Opportunity, kami akan memulai proses untuk memahami statusnya dan memperbaikinya secara online," imbuhnya.

Seperti diketahui, robot Opportunity mengandalkan sinar matahari untuk mengisi daya baterainya. Saat Mars tertutup badai debu tebal, sinar matahari tidak dapat menembus permukaan Mars dan akhirnya robot Opportunity tertidur lama.

Opportunity mendarat di Mars pada 2014 bersama dengan robot Twin Spirit yang sudah lebih dulu menyerah pada 2010 karena pengaruh cuaca di Mars.

Menurut ilmuwan proyek Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), Rich Zurek, badai debu Mars tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah dan beruntung akhirnya hampir berakhir.

Baca juga: Badai Debu Mars Hantam Robot Penjelajah Milik NASA

Terkait waktu 45 hari yang diberikan NASA untuk melihat perkembangan Opportunity, beberapa ahli sebenarnya menganggap waktu itu kurang lama.

Jika rover tidak merespons dalam jangka waktu tersebut, NASA secara pasif hanya akan mendengarkan Opportunity selama beberapa bulan setelahnya hingga panel surya bersih dari debu dan ada kemungkinan untuk membuat rover hidup kembali.

Kini yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dan berhadap bahwa rover Opportunity dapat mengalahkan badai debu dan melanjutkan petualangannya di Mars.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.