Benarkah Tunggangi Gajah Bisa Bikin Cedera? Ini Kata Ahli Anatomi

Kompas.com - 16/08/2018, 20:31 WIB
46 gajah liar berjalan melintasi Taman Teh Gangaram, sekitar 38 km dari Siliguri pada 29 November 2017. Gajah Asia terdaftar sebagai hewan yang terancam punah. Tingginya populasi manusia merusak habitat alami gajah dan mereka dipaksa pindah ke tempat lain. 46 gajah liar berjalan melintasi Taman Teh Gangaram, sekitar 38 km dari Siliguri pada 29 November 2017. Gajah Asia terdaftar sebagai hewan yang terancam punah. Tingginya populasi manusia merusak habitat alami gajah dan mereka dipaksa pindah ke tempat lain.

KOMPAS.com - 12 Agustus menjadi peringatan hari gajah di seluruh dunia.  Banyak orang ikut dalam euforia ini lewat media sosial untuk menunjukkan sikap peduli terhadap gajah.

Salah satunya, sikap menolak menunggangi gajah karena membahayakan gajah itu sendiri.

Warganet pemilik akun Instagram @iqbalhimawan_ mengunggah foto pada Senin (13/8/2018) tentang gajah. Dalam keterangan foto, dia meminta maaf karena pernah menunggangi gajah.

"Saya baru tahu kalau struktur punggung gajah terdiri dari tonjolan tulang-tulang tajam yang hanya dilapisi jaringan tipis. Lebih parah lagi saat dikasih dudukan, bakan semakin melukai dan menyebabkan cedera tulang belakang jangka panjang pada gajah," tulisnya dalam keterangan foto.

Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah disukai 3.140 pengguna. Ungkapan sama juga disebar di Twitter dan telah dicuit ulang oleh lebih dari 8,9 ribu pengguna.

Baca juga: Mengapa Bayi Gajah Ini Memutar Belalainya? Ahli Menjawab

Benarkah gajah bisa cedera karena ditunggangi?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Dr. drh. Hery Wijayanto, MP., spesialis anatomi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dokter hewan sekaligus dosen itu mengaku sudah membaca tentang kekhawatiran warganet di media sosial. Ia mendukung, gajah bukan untuk ditunggangi apalagi dikomersilkan. Namun secara anatomi, Hery meluruskan kabar tersebut.

Menurutnya, yang dikhawatirkan oleh masyarakat adalah kemungkinan rusaknya tonjolan tulang di atas gajah atau yang disebut prosesus spinosus ketika gajah mengangkut beban atau manusia.

Ia menerangkan, bukan hanya gajah yang memiliki tonjolan, tetapi semua hewan memilikinya.

"Kalau dibandingkan dengan kuda, justru kerusakan lebih mengkhawatirkan terjadi pada kuda yang dipakai untuk balapan lari dan harus melompat-lompat juga," kata Hery saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (16/8/2018).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X