Kompas.com - 28/06/2018, 17:06 WIB

Analisa tersebut dikuatkan dengan sejumlah bukti, antara lain adalah rentang waktu cahayanya dari galaksi ke Bumi sekitar 200 juta tahun cahaya. Ini berarti, menurut astronom, ledakan tersebut telah menciptakan gelombang gravitasi yang harusnya bisa terdeteksi.

Baca Juga: Tukang Kunci Jadi Orang Pertama yang Rekam Lahirnya Supernova

Sayangnya, dua alat detektor LIGO yang ada di Washington dan Louisiana sedang dalam perbaikan dan tidak bisa mendeteksi gelombang tersebut.

Sementara itu, pengamatan dari para ahli lainnya justru menimbulkan pertanyaan lain, misalnya tentang spektrum elektromagnetik yang terbentuk dari sinar X ke gelombang radio di "The Cow" yang sangat luar biasa cerah.

Smartt mengatakan, biasanya supernova meninggalkan jejak spektrum yang disebut garis absorbsi yang terjadi karena sejumlah elemen di dalamnya yang menyerap panjang gelombang cahaya. Pada ledakan AT2018cow, jejak spektrumnya "sangat halus".

Supernova atau bukan?

Dilansir dari Washington Post, hingga saat ini para astronom masih berjuang untuk membuktikan apakah ledakan itu adalah supernova. Di saat para ahli mencoba untuk mempelajarinya, AT2018cow.

Sebagian para ahli menduga AT2018cow ini adalah supernova Tipe 1c, tipe yang terbentuk karena runtuhnya inti bintang raksasa yang sudah tidak punya elemen hidrogen dan helium di lapisan luarnya.

Sementara itu, sinyal sinar-X dan sinyal radio yang kuat menunjukkan, ledakan tersebut menghasilkan kecepatan gerakan sejumlah partikel yang mendekati kecepatan cahaya.

"Ini memang terlihat seperti benda yang cukup langka," kata Smartt.

"Hanya saja bukti-bukti terkait panjang gelombangnya perlu dipahami lebih mendalam, khususnya dalam ilmu fisika. Dan ini adalah baru proses awal dari sebuah penelitian ilmiah," tambahnya.

Pengamatan AT2018cow masih membutuhkan penelitian panjang dan analisis tambahan sebelum resmi diterbitkan. Seperti diketahui, Astronomer's Telegram bukanlah jurnal kajian antar peneliti.

Namun, hal tersebut merupakan kesempatan bagi para astronom untuk meneliti fenomena baru secara real time.

"Para ahli mengeluarkan data-data mereka dan semua orang tidak menyadari bahwa data tersebut itu terlihat aneh," kata Smartt.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbuat dari Apa Darah Manusia?

Terbuat dari Apa Darah Manusia?

Kita
3 Manfaat Rambutan Menurut Sains

3 Manfaat Rambutan Menurut Sains

Oh Begitu
Manfaat Ajaib Daun Kelor untuk Kulit, Cegah Jerawat hingga Bibir Kering

Manfaat Ajaib Daun Kelor untuk Kulit, Cegah Jerawat hingga Bibir Kering

Oh Begitu
Dampak Perubahan Iklim Sebabkan Warna Danau Bumi Ikut Berubah

Dampak Perubahan Iklim Sebabkan Warna Danau Bumi Ikut Berubah

Oh Begitu
Kenapa Lumba-lumba Pintar?

Kenapa Lumba-lumba Pintar?

Oh Begitu
Apakah Dinosaurus Termasuk Reptil?

Apakah Dinosaurus Termasuk Reptil?

Oh Begitu
Ada 4 Jenis Burung Puffin di Dunia, Apa Saja?

Ada 4 Jenis Burung Puffin di Dunia, Apa Saja?

Oh Begitu
4 Tips Memelihara Ikan Koi di Kolam

4 Tips Memelihara Ikan Koi di Kolam

Oh Begitu
6 Penyebab Nyeri Tangan yang Harus Diwaspadai

6 Penyebab Nyeri Tangan yang Harus Diwaspadai

Oh Begitu
5 Perbedaan Kuda Poni dan Kuda Biasa yang Sering Dikira Sama

5 Perbedaan Kuda Poni dan Kuda Biasa yang Sering Dikira Sama

Oh Begitu
Studi Ungkap Kota Maya Kuno Terkontaminasi Merkuri

Studi Ungkap Kota Maya Kuno Terkontaminasi Merkuri

Oh Begitu
Bukti Awal Penggunaan Opium Ditemukan di Israel

Bukti Awal Penggunaan Opium Ditemukan di Israel

Fenomena
Misi Uji Lindungi Bumi, Wahana Antariksa NASA Bakal Tabrak Asteroid

Misi Uji Lindungi Bumi, Wahana Antariksa NASA Bakal Tabrak Asteroid

Oh Begitu
Sebabkan Pikun, Apakah Demensia Bisa Dicegah?

Sebabkan Pikun, Apakah Demensia Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Apa Itu Kuda Poni, yang Tubuhnya Lebih Kecil dari Kuda Biasa?

Apa Itu Kuda Poni, yang Tubuhnya Lebih Kecil dari Kuda Biasa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.