Kompas.com - 07/06/2018, 20:06 WIB
ilustrasi Wavebreakmedia Ltdilustrasi

KOMPAS.com - Beberapa hal akan berubah setelah seorang ibu melahirkan. Salah satu perubahan yang mungkin tak banyak disadari adalah soal suara.

Baru-baru ini, peneliti dari University of Sussex menemukan jika suara ibu berubah menjadi lebih rendah dua nada daripada sebelumnya dan juga lebih monoton setelah mereka memiliki bayi pertama.

Kesimpulan ini berdasarkan studi yang melibatkan 20 ibu, termasuk di antaranya adalah penyanyi, aktris, jurnalis, dan selebriti untuk membandingkannya dengan kelompok kontrol.

Baca juga: Mungkinkah Manusia Melahirkan di Mars? Studi Baru Menjawab

Analisis rekaman wawancara dalam lima tahun sebelum dan sesudah kehamilan menunjukkan bahwa nada suara perempuan turun lebih dari 5 persen atau setara dengan 1,3 semitone.

Temuan juga menunjukkan bahwa nada tertinggi perempuan juga menurun rata-rata 2,2 semitone atau lebih dari dua nada, dan mereka menjadi memiliki lebih sedikit variasi nada.

"Para ibu, di antaranya beberapa penyanyi, menyadari bahwa suara mereka semakin rendah saat hamil. Namun penurunan besar benar-benar terjadi setelah mereka melahirkan," kata peneliti utama Dr Kasia Pisanski dari University of Sussex School of Psychology.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu perubahan ini tidak berlaku permanen. Menurut peneliti, setelah satu tahun suara para ibu ini akan kembali menjadi normal.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kehamilan memiliki efek maskulinitas sementara dan sensitif terhadap suara perempuan," jelas Kasia.

Peneliti berhipotesis perubahan terjadi karena dua hal. Pertama, itu semua terjadi karena berhubungan dengan perilaku. Suara yang makin berat mungkin merupakan bentuk respons terhadap peran baru sebagai orangtua agar terdengar lebih berwibawa.

Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Pengaruhi Keseimbangan Hormon Anda

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan nada rendah biasanya dinilai lebih kompeten, dewasa dan dominan, sehingga bisa jadi perempuan memodulasi suara mereka untuk terdengar lebih berwibawa sebagai salah satu cara menghadapi tantangan baru mengasuh anak.

Sedangkan hipotesis kedua, perubahan bisa terjadi lantaran adanya dorongan hormon.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa suara perempuan dapat berubah tergantung pada masa subur mereka. Nada akan naik pada waktu ovulasi setiap bulan dan menurun setelah menopause," tambahnya.

"Kami tahu setelah kehamilan, ada penurunan tajam dalam kadar hormon seks, dan ini dapat mempengaruhi dinamika pita suara serta kontrol vokal," pungkas Kasia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.