Kompas.com - 19/04/2018, 20:42 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Dua hari lagi, tepatnya Sabtu (21/04/2018), kita akan memperingati hari Kartini. Salah satu hal yang dirayakan pada hari tersebut adalah emansipasi atau kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Dengan perjuangan R.A Kartini di masa lalu, perempuan Indonesia saat ini bisa merasakan pendidikan tinggi bahkan juga bekerja di luar rumah.

Meski bisa bekerja di luar rumah, perempuan akan tetap menjadi istri dan ibu ketika kembali ke rumah. Dengan kata lain, perempuan masih punya kewajiban lain.

Bagi para ibu, meski bekerja, tetap harus memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada anak-anaknya. Untuk membantu hal ini, kini kita mengenal penemuan bernama pompa ASI atau juga dikenal dengan breast pump.

Baca juga: Terbukti, Daun Katuk Tingkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui

Pompa ASI menjadi penemuan yang tak ternilai karena memungkinkan ibu menyusui berpergian, tetap bekerja, dan menghindari infeksi.

Zaman Kuno

Namun, tahukah Anda, pompa ASI ternyata sudah ada sejak zaman Yunani Kuno?

Perempuan di Yunani kuno menggunakan alat yang disebut gutti untuk memompa ASI. Gutti terbuat dari semacam cangkir keramik yang merupakan pompa sekaligus botol susu.

Cara penggunaannya, para ibu harus mengisi cangkir dengan air dan meletakkannya di atas puting. Selanjutnya, air tersebut akan dibuang sehingga menciptakan efek vakum atau sedotan yang lemah.

Inilah yang memaksa sejumlah kecil susu keluar dari payudara dan tertampung pada cangkir.

Dalam perkembangannya, orang Romawi kemudian membuat pompa ASI yang lebih canggih. Mereka menciptakan gelas pengisap dari alat-alat gelas yang bekerja seperti sedotan.

Dengan alat ini, para ibu harus memegang ujung bagian yang berbentuk bohlam sambil mengisap tabung kaca yang mirip sedotan hingga air susu keluar.

Dipatenkan

Setelah masa Yunani dan Romawi Kuno, pompa ASI kembali digunakan pada abad ke-17. Pompa ini digunakan menyusul seringnya perempuan menggunakan korset dan menyebabkan putingnya datar.

Saat itu, alat yang digunakan adalah perangkat yang berbentuk mirip pipa rokok.

Pada 1854, paten pompa ASI pertama dipatenkan oleh Orwell H. Needham. Pompa ASI yang dipatenkan oleh Needham ini memiliki pinggiran kaca yang terbuat dari karet fleksibel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.