Kompas.com - 12/04/2018, 18:36 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - "Cermin, cermin di dinding siapa wanita tercantik di dunia?" Mantra yang diucapkan oleh ibu tiri Putri Salju ini memang tak asing lagi bagi kita.

Begitu juga dengan benda dalam mantra tersebut. Ya, cermin sangat akrab pada kehidupan kita.

Bahkan mungkin, tanpa memandang cermin, Anda tak akan keluar dari rumah. Salah satu alasan kita harus bercermin adalah memastikan penampilan kita baik sebelum pergi dari rumah.

Ini membuktikan bahwa cermin menjadi salah satu alat yang penting bagi kehidupan manusia.

Namun, tahukah Anda ternyata cermin sudah ada sejak lama?

Baca juga: Arkeolog Temukan Cermin China Kuno Berusia 1.900 Tahun

Tak Selalu Kaca

Orang mungkin mulanya melihat refleksi atau bayangan diri dari air, baik di kolam, sungai, atau genangan. Selanjutnya, manusia mulai membuat cermin paling awal sekitar tahun 6.000 sebelum masehi (SM).

Bahan yang digunakan untuk cermin pada masa itu adalah obsidian atau yang dikenal sebagai kaca vulkanik. Cara pembuatannya dengan dipoles hingga permukaannya menjadi reflektif.

Contoh cermin dari obsidian ini ditemukan di Turki sejak 6.000 tahun lalu.

Selanjutnya cermin mulai dibuat dari perunggu. Hal ini dilakukan oleh bangsa Mesir Kuno.

Pada masa tersebut, cermin biasanya berbentuk bulat dan dihiasi dengan ornamen. Cermin di Mesir Kuno ini erat dikaitkan dengan representasi Dewa Matahari Re.

Bangsa Mesopotamia kuno juga menghasilkan cermin dari logam atau batuan yang dipoles. Hal ini ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan sekitar tahun 2.000 SM.

Sedangkan di China, awalnya cermin terbuat dari paduan timah dan tembaga. Paduan ini menghasilkan logam spekulum yang sangat halus untuk membuat pantulan yang indah.

Sayangnya, pada masa itu, cermin logam ini sangat mahal dan hanya bisa dijangkau orang kaya saja.

Selain itu, cermin-cermin yang terbuat dari logam pada masa Mesir, Mesopotamia, dan China Kuno ini sangat berat. Akibatnya, ukuran yang dibuat sangat kecil.

Baca juga: Seperti Apa Warna Bunglon jika Berada di Ruangan Penuh Cermin?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.