Kompas.com - 29/01/2018, 21:28 WIB
ilustrasi hujan lebat Wavebreakmedia Ltdilustrasi hujan lebat
|
EditorGloria Setyvani Putri


JAKARTA, KOMPAS.com – Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di 21 Provinsi di Indonesia. Fenomena alam ini akan terjadi sejak Senin (29/1/2018) hingga Sabtu (3/2/2018).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena matahari berada di belahan bumi bagian selatan dengan temperatur yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan belahan bumi utara.

Oleh karena itu, saat posisi matahari berada di selatan bumi, tekanan udara di belahan bumi bagian utara seperti dataran Asia, Samudera Pasifik, dan Filipina akan memiliki aliran udara dingin yang lebih tinggi.

Prinsipnya, udara akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, sehingga saat udara dingin bergerak dari Asia dan Samudera Hindia ke arah Australia, sejumlah wilayah Indonesia akan terlewati aliran udara dingin, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Baca juga : Angin Kencang Melanda 4 Wilayah Indonesia, Ada Apa?

"Potensi hujan tersebut diakibatkan oleh pergerakan massa udara dingin dari daratan Asia. Bila ditinjau dari indeks seruakan udara dingin (cold surge), pergerakan massa udara terbilang aktif," kata Dwikorita di kompleks gedung BKMG, Jakarta, Senin (29/1/2019).

Dwikorita dan tim BMKG memperkirakan akan ada 21 Provinsi yang mengalami hujan lebat hingga sedang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka adalah provinsi Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur. Kemudian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.

Selain itu, BMKG juga memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang memiliki kecepatan berkisar antara 25 knots (35 kilometer per jam) hingga 35 knots (70 km per jam).

Baca juga : Hujan Es Guyur Magelang, Kok Bisa Terjadi? 

Peristiwa ini kemungkinan terjadi di Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, perairan utara Jawa Tengah, perairan utara NTB hingga NTT, dan perairan utara Pulau Jawa.

Tak berhenti sampai di situ, gelombang laut juga akan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah. Gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Sawu, Pulau Rote, Laut Timor, dan Laut Arafuru.

Lalu, tinggi gelombang mencapai 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, Perairan Kepulauan Sermata-Leti, Perairan Kepulauan Babar-Tanibar.

"Kami sampaikan sebagai peringatan dini (bagi) semua pihak di wilayah tersebut untuk antisipasi dan waspada. (Lalu) para nelayan dan pengangkutan logistik dari berbagai pelabuhan agar dapat mewaspadai dan menyiapkan segala yang dibutuhkan," papar Dwikorita.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.