Teknologi Bantu Arkeolog Temukan Makam Raja Kuno yang Sulit Terjangkau

Kompas.com - 13/01/2018, 18:04 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

"Sangat jarang sinar pantulan es mengenai bawah makam. Jika kita beruntung, kita mungkin akan menemukan beberapa ukiran kayu atau karpet yang terawat baik di bawah batu, atau mungkin mumi es," katanya.

Dalam temuannya ini, Gino menekankan pentingnya kecanggihan teknologi dalam penelitian.

"Metode arkeologi telah menjadi jauh lebih canggih sejak tahun 1970. Hari ini kita memiliki cara yang berbeda untuk memeriksa materi untuk mengetahui lebih banyak tentang transisi dari zaman perunggu akhir ke zaman besi," katanya.

Gino melihat bahwa cara manusia memandang zaman pra-sejarah berubah secara radikal berkat genetika, analisis isotop, dan metode geofisika. Perkembangan sistem informasi geografis dan penginderaan jarak jauh juga berperan penting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.