John Young, Satu Lagi Astronot yang Pernah Menginjak Bulan Meninggal - Kompas.com

John Young, Satu Lagi Astronot yang Pernah Menginjak Bulan Meninggal

Kompas.com - 08/01/2018, 08:00 WIB
Foto file ini diambil pada tanggal 11 April 1981
Astronot AS Robert Crippen (kiri) dan John Young (kanan) di dek penerbangan Columbia dari pesawat luar angkasa Columbia sebelum penerbangan pesawat ulang-alik pertama di Kennedy Space Center di Florida pada 12 April 1981.
Astronot legendaris John Young telah dua kali berkelana ke ruang angkasa dengan kapsul Gemini, mengorbit di bulan, dan kemudian berjalan di permukaan kawahnya sebelum memerintahkan dua misi ulang-alik. Young telah meninggal pada Jumat malam, 5 Januari 2018 karena komplikasi pneumonia. Meninggal di usia 87 tahun.- Foto file ini diambil pada tanggal 11 April 1981 Astronot AS Robert Crippen (kiri) dan John Young (kanan) di dek penerbangan Columbia dari pesawat luar angkasa Columbia sebelum penerbangan pesawat ulang-alik pertama di Kennedy Space Center di Florida pada 12 April 1981. Astronot legendaris John Young telah dua kali berkelana ke ruang angkasa dengan kapsul Gemini, mengorbit di bulan, dan kemudian berjalan di permukaan kawahnya sebelum memerintahkan dua misi ulang-alik. Young telah meninggal pada Jumat malam, 5 Januari 2018 karena komplikasi pneumonia. Meninggal di usia 87 tahun.

KOMPAS.com - Dalam dunia penjelajahan antariksa, nama John Young, 87, adalah legenda.

Astronot yang pernah berjalan di bulan dan memimpin misi antariksa pertama itu telah meninggal di Houston, pada Jumat (5/1/2018).

Dia merupakan pioner penjelajahan ruang angkasa bersama dengan Neil Armstrong, Pete Conrad, dan James Lovell di tahun 1962. Young adalah astronot pertama yang terbang di angkasa sebanyak enam kali.

Menurut keterangan resmi NASA penyebab kematiannya adalah komplikasi pneumonia.

Baca juga : Bruce McCandless, Astronot Pertama yang Terbang Bebas di Antariksa

Seperti dilansir dari New York Times, Sabtu (6/1/2018), setelah menjalani tes pilot Angkatan Laut, dia dipilih untuk masuk menjadi bagian NASA pada 1962. Saat itu dia menjadi bagian dari program awal Gemini yang mengirim manusia ke bulan.

NASA berkata bahwa Young sudah meroket dua kali di pesawat ruang angkasa Gemini, memimpin misi Apollo, dan mengendarai kendaraan rover melewati dataran tiggi bulan. Dia menutup penjelajahannya dengan terbang di dua pesawat ulang alik.

"Hari ini NASA dan dunia telah kehilangan pelopor. Karir astronot John Young sudah sampai tiga generasi ruang angkasa. John merupakan salah satu dari kelompok perintis ruang angkasa yang memiliki keberanian dan komitmen untuk menorehkan prestasi besar pertama bangsa Amerika di luar angkasa," kata administrator NASA, Robert Lightfoot, dalam pernyataan email kepada Business Insider, Minggu (7/1/2018).

Tak hanya memimpin misi di luar angkasa, Young juga merupakan kepala kantor astronot NASA selama 13 tahun dan seorang eksekutig terkemuka di Johnson Space Center, Houston.

42 tahun Young melewatkan hidupnya dengan NASA dan luar angkasa, hingga pensiun pada Desember 2004. Selama itu, fleksibilitasnya dalam menerbangkan segala jenis pesawat ruang angkasa tak diragukan lagi.

Baca juga : Bermimpi Jadi Astronot? Begini Caranya

Ia pun dianggap sebagai insinyur yang lihai memecahkan masalah teknis selama persiapan hingga pelaksanaan misi ruang angkasa. Kesetiannya pada NASA jarang dimiliki oleh astronot lain yang lebih memilih bisnis.

"Sangat jarang ada orang yang benar-benar menekuni profesinya, tapi John Young berbeda," kata Robert Crippen yang terbang bersama Young dalam penerbangan antariksa pertama.

Sisi nakal dan bertanggung jawab adalah dua hal yang sangat menggambarkan Young. Andrew Chaikin pernah menulis dii"A Man on the Moon" (1994) tentang Young. "Di dalam Young ada tekad yang tak tergoyahkan, rasa tanggung jawab kepada negara luar angkasa, program ini, kepada krunya, dan rasa kagum  seperti anak kecil pada alam semesta," tulis Chaikin.

Young lahir 24 September 1930 di San Fransisco. Dia dibesarkan di Orlando, Florida dan menerima gelar sarjana teknik penerbangan pada 1952.


EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close Ads X