Kompas.com - 07/01/2018, 17:00 WIB
Level Oksigen di Bumi UPI/Photo by GO2NE working group/World Ocean Atlas 2013/R. J. DiazLevel Oksigen di Bumi
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - Perubahan iklim secara otomatis mengubah tatanan lingkungan kita. Tak hanya suhu yang menurun drastis, perubahan yang mencolok juga terjadi pada lautan.

Belum lama ini ada laporan bahwa jumlah kadar oksigen di lautan mengalami penurunan. Hal ini mengancam kehidupan ekosistem laut.

Data terakhir menunjukkan dalam kurun waktu setengah abad, terjadi peningkatan wilayah dengan minim oksigen di lautan terbuka sampai empat kali lipat. Selain itu, wilayah seperti muara, teluk, dan pesisir juga kadar oksigen rendahnya meningkat sampai sepuluh kali lipat sejak 1950.

Data ini semakin menegaskan bahwa jumlah wilayah dengan kadar oksigen rendah atau hampir tak ada oksigen makin banyak di bumi. Dampaknya, ekosistem dan rantai makanan di laut terganggu, terlebih biota laut membutuhkan kadar oksigen yang cukup.

Baca Juga: Lewat Kotoran Kelelawar, Para Peneliti Pelajari Perubahan Iklim

Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Science, pemanasan global adalah penyebab utama berkurangnya kadar oksigen di laut.

Itu karena saat suhu permukaan air naik, oksigen dengan kadar tinggi akan terserap suhu panas di permukaan. Lalu, oksigen dengan kadar rendah akan mengalir ke bawah dan membuat suhu laut lebih dingin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, perkembangan ganggang akibat limbah pupuk juga membuat kadar oksigen turun. Alasannya, saat mikroorganisme mati dan membusuk akan menyedot oksigen dalam jumlah besar dan memperluas zona mati.

"Penurunan oksigen laut adalah dampak paling serius akibat aktivitas manusia di lingkungan bumi," kata Denise Breitburg, ahli ekologi laut dengan Smithsonian Environmental Research Center, dalam rilis beritanya yang dikutip di UPI, Kamis (4/1/2018).

Baca Juga: Bagaimana Perubahan Iklim Mendorong Orang untuk Gabung ISIS?

Penelitian dilakukan oleh kelompok Global Ocean Oxygen Network (GO2NE) yang terbentuk pada 2016 oleh Komisi Perserikatan Bangsa Bangsa Bidang Kelautan Antar Negara.

Vladimir Ryabinin, Sekretaris Eksekutif Komisi Oseanografi Internasional berkata bahwa efek gabungan dari limpahan polusi dan perubahan iklim sangat meningkatkan jumlah dan ukuran 'zona mati' di perairan lepas dan pesisir, di mana kadar oksigen terlalu rendah untuk mendukung sebagian besar kehidupan laut.

Halaman:


Sumber UPI
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.