Kompas.com - 13/12/2017, 20:30 WIB
Ilustrasi nyamuk TacioPhilipIlustrasi nyamuk
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

KOMPAS.com — Mempelajari perilaku nyamuk diharapkan mampu mencegah penyebaran penyakit DBD. Perilaku seks nyamuk salah satunya. 

Baru-baru ini, tim periset dari laboratorium Leslie B Vosshall, Profesor Robin Chemers Neustein dari Rockefeller yang dipimpin oleh Laura Duvall, menemukan bahwa nyamuk Aedes aegypti menggunakan nutrisi atau protein dari darah manusia untuk membuahi 500-an telur saat melakukan perkawinan.

Para peneliti kemudian mencoba untuk memahami perilaku seksual nyamuk tersebut dan dalam jurnal Current Biology. Mereka mengklaim telah menemukan strategi baru untuk menjaga hama DBD dan mencegah penyebaran penyakit.

Saat melakukan penelitiannya, Duvall mengaku ingin mempelajari lebih banyak tentang biologi di balik perilaku seks nyamuk betina. Khususnya, dia penasaran dengan peran yang dimainkan oleh protein kecil yang disebut HP-I.

Baca juga: Efek Vaksin DBD Bisa Berbahaya, Ini Penjelasan WHO dan IDAI 

Penelitian sebelumnya menunjukkan, HP-I diproduksi oleh pejantan nyamuk Aedes aegypti dan ditransfer saat nyamuk melakukan hubungan seks. Ketahanannya di dalam nyamuk betina hanya sampai 2 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan itu dikonfirmasi oleh Duvall dan timnya. Untuk membuktikan hal tersebut, para peneliti memasangkan nyamuk jantan dan betina, termasuk nyamuk mutan yang dimodifikasi secara genetis agar sama sekali tidak menghasilkan HP-I dan nyamuk normal.

Setelah nyamuk mendapatkan pasangan dalam berbagai kombinasi, tim mencari perubahan perilaku pencarian betina. Tidak peduli dengan nyamuk mana yang kawin, betina tampak tetap berambisi untuk mencari orang untuk digigit.

Akan tetapi, ketertarikan mereka terhadap nyamuk jantan berubah.

Baca juga : Kisruh Vaksin DBD Dengvaxia, BPOM Beri Penjelasan 

Sudah lama diketahui nyamuk Aedes aegypti hanya kawin satu kali, atau disebut monandri, tapi alasan di balik itu masih menjadi tanda tanya.

Melihat protein HP-I yang pindah ke betina bersama dengan air mani nyamuk jantan, Duvall dan timnya penasaran apa mungkin protein itu juga memiliki peran untuk mematikan dorongan seks betina.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.