Kompas.com - 11/12/2017, 12:44 WIB
Menimbang berat badan grinvaldsMenimbang berat badan
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

KOMPAS.com - Kanker payudara merupakan salah satu mimpi buruk bagi semua perempuan. Tapi kini para ilmuwan temukan cara mengurangi risikonya.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan mengurangi berat badan dapat hingga 30 persen dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga sepertiga. Intinya, diet sederhana dan efektif mengurangi resiko penyakit kanker payudara

Hal tersebut disampaikan oleh para peneliti Amerika Serikat setelah meneliti lebih dari 61.000 wanita berusia 50 hingga 79 tahun dalam kurun waktu 11 tahun.

Baca Juga: Kontrasepsi Hormonal Pengaruhi Risiko Kanker Payudara

Mereka mendapat data bahwa orang yang kehilangan 5 persen dari berat badannya memperlihatkan penurunan risiko kanker payudara. Bahkan, penurunan risiko kanker yang mereka alami tercatat hingga 12 persen.

Tak hanya itu, bagi wanita yang telah menopause, risiko kanker payudara turun hingga 37 persen. Dengan catatan, mereka kehilangan berat badan 15 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dr.Rowan Chlebowski dari Departemen Onkologi Medis dan Penelitian Terapeutik di City of Hope, California menyebutkan penurunan berat badan yang relatif tinggi dapat dikaitkan dengan penurunan signifikan terjangkit kanker payudara.

"Dari penelitian ini, kami memiliki bukti bahwa strategi penurunan berat badan dapat efektif dalam menurunkan risiko kanker payudara pada wanita pasca-menopause," ungkap Chlebowski dikutip dari The Telegraph, Jumat (8/12/2017).

Temuan yang dipresentasikan dalam Simposium Kanker Payudara di San Antonio itu juga mendapat tanggapan dari Baroness Delyth Morgan, kepala Eksekutif di Breast Cancer Now.

Morgan menganggap penemuan tersebut dapat menyelamatkan nyawa banyak orang.

"Penelitian penting ini memberikan hasil yang lebih jauh, bukti jelas bahwa wanita pasca-menopause dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker payudara dengan cara menurunkan berat badan," ungkap Morgan.

"Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Kelebihan berat badan pasca-menopause meningkatkan risiko penyakit tersebut, kemungkinan karena jaringan lemak menjadi sumber utama esterogen wanita pasca-menopause," imbuhnya.

Baca Juga: Tes Sederhana Ini Bisa Prediksi Apakah Kanker Kulit Akan Kambuh Lagi

Karena itu, Morgan menyampaikan bahwa semakin sedikit lemak yang dimiliki maka semakin sedikit level esterogen pada wanita. Hal ini dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Selain itu, Morgan juga menyebut peningkatan kebugaran dan mengurangi konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko kanker payudara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Tingkat Rekor Tahun Lalu, Apa Dampaknya?

Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Tingkat Rekor Tahun Lalu, Apa Dampaknya?

Fenomena
Kadal Berkembang Biak dengan 4 Cara Berbeda, Ini Penjelasannya

Kadal Berkembang Biak dengan 4 Cara Berbeda, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Astronom Deteksi Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Pertama Kalinya, Astronom Deteksi Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Serigala Jepang Kerabat Dekat Anjing Domestik, Studi Jelaskan

Serigala Jepang Kerabat Dekat Anjing Domestik, Studi Jelaskan

Fenomena
Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Kita
Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke Dalam Tubuh sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke Dalam Tubuh sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.