Sisi Gelap dari Kemilau Glitter dan Alasan Kita Tak Perlu Memakainya

Kompas.com - 03/12/2017, 20:10 WIB
Ilustrasi Glitter ThinkstockIlustrasi Glitter
|
EditorGloria Setyvani Putri


KOMPAS.com – Siapa yang tidak menyukai glitter? Benda kecil yang mengkilap itu menjadi pemanis beragam pernak-pernik aksesoris. Tidak jarang, glitter juga digunakan dalam riasan wajah untuk menunjang kecantikan dan daya tarik.

Ternyata, glitter tak selalu membuahkan keindahan. Sampai-sampai beberapa ilmuwan ingin membumihanguskan benda ini untuk selamanya.

Dari segi lingkungan, serbuk ini disebut dapat memberikan dampak buruk. Ujaran ini salah satunya datang dari peneliti Trisia Farrelly, seorang dosen senior di lingkungan dan perencanaan pada Universitas Massey, Selandia Baru.

Lalu, apa alasannya? Hal ini karena glitter merupakan mikroplastik, plastik berukuran kurang dari 0,19 inci (5 milimeter) yang terdiri dari bit polimer atau polyethylene terephthalate (PET).

Baca Juga: Laut Terdalam Bumi Kini Tercemar Plastik, Manusia Harus Merasa Berdosa

Dilansir dari Live Science, Kamis (30/11/2017), mikroplastik merupakan sumber utama dari polusi laut. Sebuah penelitian pada tahun 2014 di jurnal Plos One memperkirakan terdapat sekitar 5,25 triliun keping plastik mengambang di seluruh lautan dunia dengan berat mencapai 268.940 ton (243.978 metrik ton). Dari jumlah itu, 92,4 persen adalah mikroplastik.

Sebagian mikroplastik itu adalah kepingan tipis yang telah terkelupas dari barang plastik lebih besar, seperti botol air, alat pancing atau tas belanja plastik.

Masalah berikutnya pun muncul. Para penghuni laut menganggap sampah ini sebagai makanan mereka. Hasil penelitian di jurnal Science yang terbit 3 Juni 2016, Oona M Lonnstedt dan Peter Eklov mencontohkan, larva ikan kakap putih sering memilih untuk makan plastik dari pada makanan normalnya.

Baca Juga:Timbunan Plastik 1,4 Kali Indonesia Ditemukan di Lautan Pasifik

Tidak mengherankan jika dengan penelitian tersebut menemukan bahwa makanan berbahan plastik dapat mengganggu kesehatan dan kelangsungan hidup ikan dalam jangka panjang. Bahkan zooplankton, basis rantai makanan laut, juga ikut memakan plastik.

Pelarangan glitter dalam lingkup kecil telah dilakukan oleh Tops Day Nurseries, organisasi yang membawahi 19 tempat penitipan anak di selatan Inggris.

Seperti diberitakan Kompas.com pada Jumat (17/11/2017), Ketua Tops Day Nurseries, Cheryl Hadland beralasan glitter tak baik bagi lingkungan. Dengan begitu, ribuan anak di Inggris dilarang membubuhkan glitter di kartu ucapan Natal.

Keputusan itu mendapat dukungan dari anggota Masyarakat Konservasi Laut, Sue Kinsey.

"Langkah ini akan meningkatkan sebuah momen yang lebih besar bagi kelestarian lingkungan," ucap Kinsey.

Baca Juga: Asosiasi Penitipan Anak Inggris Larang Penggunaan Glitter




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X