Kompas.com - 16/11/2017, 18:00 WIB
Ilustrasi sosial media ftadviser.comIlustrasi sosial media
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com- Sudah jamak diketahui bahwa remaja di zaman "now" rentan akan pengaruh media sosial. Namun, siapa sangka hal tersebut bisa berujung pada depresi dan keinginan bunuh diri? Sebenarnya apa kaitan media sosial dan kecenderungan bunuh diri? 

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dalam rentang tahun 2010 hingga 2015, angka kasus bunuh diri cenderung meningkat bersamaan dengan jumlah penggunaan media sosial di kalangan remaja di Amerika Serikat.

Padahal, dua dekade sebelumnya (saat media sosial belum ada), angka bunuh diri pada remaja AS cenderung menurun.

Para peneliti pun kemudian tertarik meneliti kaitan keduanya. Hasil temuan penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science.

Temuan peneliti menunjukkan, kasus bunuh diri baru-baru ini sering dikaitkan dengan bullying di dunia maya. Selain itu, posting-an yang menggambarkan "kehidupan sempurna" seorang remaja juga dianggap berdampak pada kesehatan mental para remaja tersebut, kata peneliti.

Baca juga: Angka Bunuh Diri Meningkat, Peneliti Kembangkan Alat Prediksi

"Setelah berjam-jam mengamati Instagram, saya hanya merasa makin buruk terhadap diri saya karena merasa ketinggalan," kata Caitlin Hearty, seorang remaja 17 tahun di Colorado. Caitlin sempat membuat kampanye offline bulan lalu setelah beberapa remaja bunuh diri akibat media sosial.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kampanye offline tersebut mengajak semua remaja untuk tidak menggunakan internet dan media sosial selama satu bulan penuh. Kampanye ini telah diikuti oleh ratusan remaja.

Diambil dari data CDC, prevalensi remaja yang menggunakan peralatan elektronik, termasuk smartphone, setidaknya kurang lebih lima jam sehari naik dari 8 persen pada 2009 menjadi 19 persen pada 2015.

Lalu, kemungkinan remaja-remaja ini untuk memiliki pemikiran atau tindakan bunuh diri 70 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menggunakan media sosial hanya satu jam dalam sehari.

Salah satu profesor psikologi di Universitas San Diego, Jean Twenge yang merupakan penulis utama penelitian ini mengajak para orang tua untuk mewaspadai pengaruh buruk media sosial.

Baca juga: Benarkah Bunuh Diri Bisa Menular? Psikolog Ini Menjawabnya

Halaman:


Sumber time.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X