Kompas.com - 08/11/2017, 17:02 WIB
Induk dan anak Owa Jawa Induk dan anak Owa Jawa
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Bayi owa Jawa lahir baru-baru ini di hutan lindung Jawa Barat.

Conservation International (CI) menyebut, kelahiran bayi owa Jawa menumbuhkan semangat baru untuk pelestarian jenis kera tersebut.

Sampai saat ini, CI dan Yayasan Owa Jawa sudah ada 17 owa Jawa yang telah dilepasliarkan ke wilayah itu.
 
Dengan adanya jual beli hewan secara ilegal, bahkan ada yang melalui online, para penjaga hutan saat ini melakukan patroli setiap hari di gunung Malabar, Jawa Barat.

Mereka memantau hewan-hewan di sana dan memeriksa aktivitas perburuan.

Setidaknya, dibutuhkan waktu hampir 10 tahun agar dapat membawa dua kera dewasa kembali ke hutan.

Baca Juga: Besar atau Kecil Ukuran Hewan, Semua Terancam Punah

"Ini proses yang sangat panjang. Sebab pemburu masih mencari owa karena mereka lucu dan mudah dijual. Saat kami menemukannya, owa ini tinggal di kandang yang membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali. Mereka perlu belajar lagi untuk hidup di pohon," kata Anton Ario dari CI, seperti dikutip dari BBC, Selasa (7/11/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memastikan owa tidak punah, para pelestari hewan memasangkan owa dengan lawan jenis selama masa penangkaran. Sehingga nantinya mereka dapat dapat melepaskan pasangan atau keluarga owa ke alam bebas.

Kelahiran owa adalah harapan baru bagi populasi primata. Saat ini, habitat primata di Jawa dengan cepat berkurang. Hanya sekitar lima persen hutan murni tersisa di pegunungan tropis yang curam.

Sayangnya, meski beberapa hewan kembali ke alam bebas setiap tahun, tetap saja ada perburuan liar untuk menjadikan owa hewan peliharaan.

Kera Diperjualbelikan

Halaman:


Sumber BBC.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.