Arkeolog Temukan Ruang Rahasia Sebesar Pesawat di Piramida Giza

Kompas.com - 03/11/2017, 19:06 WIB
Para arkeolog menemukan sebuah ruang rahasia di dalam piramida Giza -Para arkeolog menemukan sebuah ruang rahasia di dalam piramida Giza
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Para arkeolog mengumumkan adanya ruang rahasia sebesar pesawat penumpang di piramida Giza, salah satu piramida dengan banyak rahasia yang hampir tak tersentuh selama 4.500 tahun.

Dideskripsikan dalam laporan yang dipublikasikan pada jurnal Nature, Kamis (2/11/2017), sebelumnya para peneliti telah menemukan tiga ruangan di piramida Giza, yakni galeri agung, kamar raja, dan juga kamar ratu.

Baca juga: Terowongan Rahasia Ditemukan di Bawah Piramida Bulan, Apa Fungsinya?

Namun, ketika memetakan ketiga ruangan tersebut, tim arkeolog mendeteksi adanya kekosongan besar di atas galeri agung yang menghubungkan kamar raja dan ratu.

Ruang kosong tersebut berukuran sama dengan galeri agung, yang panjangnya minimal 30 meter.

"Ada banyak teori tentang keberadaan ruang rahasia di dalam piramida. Tapi tidak ada seorang pun yang mengira akan sebesar ini," kata Mehdi Tayoubi, salah seorang peneliti yang terlibat dikutip dari AFP, Kamis (2/11/2017).

Untuk mendeteksi ruang rahasia ini, tim arkeolog yang dipimpin oleh Kunihiro Morishima dari Nagoya University menggunakan muon, partikel berenergi tinggi yang dihasilkan saat sinar kosmik bertabrakan dengan atmosfer.

Teknik ini digunakan untuk dapat mengeksplorasi piramida agung tanpa memindahkan satu batu pun. Pasalnya, muon dapat menembus jauh ke dalam batu dan terserap pada tingkat berbeda tergantung pada kepadatan batu.

Dengan menempatkan detektor muon di dalam dan sekitar piramida, tim arkeolog bisa melihat berapa banyak bahan yang dilewati partikel.

Baca juga: Teliti Jejak Prasejarah Gunung Kidul, Arkeolog Pindai Gua Braholo

"Jika ada lebih banyak massa, lebih sedikit muon yang sampai ke detektor itu," kata Christoper Morris yang pernah menggunakan teknik serupa untuk menggambarkan struktur internal reaktor nuklir dikutip dari New Scientist, Kamis (2/11/2017).

"Bila tidak ada massa, lebih banyak muon yang sampai ke detektor," sambungnya di Los Alamos National Laboratory.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X