Teliti Jejak Prasejarah Gunung Kidul, Arkeolog Pindai Gua Braholo

Kompas.com - 29/10/2017, 21:16 WIB
Pemilik tanah sekaligus pengelola Gua Braholo, Kusno (60), saat berada di mulut gua tersebut di Gunungkidul, Yogyakarta.KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA Pemilik tanah sekaligus pengelola Gua Braholo, Kusno (60), saat berada di mulut gua tersebut di Gunungkidul, Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan DIY melakukan pencitraan gambar tiga dimensi di situs Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Dengan pencitraan tersebut untuk mengetahui dan mendokumentasikan secara detail lokasi Gua Braholo ini.

Kepala Seksi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Ruly Adriadi menyampaikan, alat tiga dimensi laser scanner Faro mampu merekam bentuk keseluruhan dari dinding gua dan permukaan tanah di dalam gua secara akurat.

"Target kami memetakan seluruh bagian gua. Nanti akan dipetakan secara akurat, datanya digunakan untuk penelitian yang lain," kata Rully, Kamis (26/10/2017).

Hasil visualisasi lengkap dari Gua Braholo secara tiga dimensi akan memuat data-data detil goa, mulai kemiringan, ketinggian, sudut, sampai perubahan pada gua.

Alat pemindai tiga dimensi tersebut diletakkan di 22 titik di seluruh sudut gua. Alat pemindai memerlukan waktu 11 menit untuk menyelesaikan pemindaian di satu titik.

"Setelahnya kita melakukan analisis dan menggabungkan keseluruhan titik menjadi satu kesatuan gambar yang utuh,"ujarnya.

"Alat ini mampu merekam secara detil bentuk dan data dari Gua Braholo ini. Dari sana dapat kita analisis lebih jauh, menggunakan pendekatan arkeologi," ucapnya.

Baca Juga: Saudara Manusia Kerdil "The Hobbit" dari Flores Ditemukan

Arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Alifah mengatakan, gua-gua di Gunungkidul rata-rata digunakan untuk tempat tinggal dan pekuburan.

"Sampai saat ini gua di sini digunakan untuk mengubur, dan beraktivitas. Untuk daerah lain seperti Tuban ada goa khusus untuk mengubur, dan beraktivitas," katanya.

Dari penggalian kali ini, arkeolog menemukan sejumlah tulang hewan. Pada beberapa lokasi ditemukan tulang yang bertumpuk.

Banyaknya tulang hewan menunjukkan perburuan binatang merupakan strategi kehidupan yang paling adaptif saat itu.

Gua Braholo menghadap barat daya dengan ketinggian 357 meter diatas permukaan laut Lantai gua mempunyai ketinggian 352 meter di atas permukaan laut.

Sebagian relatif datar dan miring. Kondisi lantai gua kering dengan langit-langit yang cukup tinggi mencapai 15 meter. Lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Secara keseluruhan luasannya mencapai 1.172 meter persegi.

Baca Juga: Gua Braholo dan Kisah Ribuan Tahun Perkembangan Manusia



EditorYunanto Wiji Utomo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X