Kompas.com - 26/10/2017, 08:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Sindrom Takotsubo tidak pilih-pilih. Dia dapat menyerang siapa pun pada usia berapa pun, jika mereka mengalami tekanan atau trauma emosional yang parah.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sindrom Takotsubo dapat sembuh dalam beberapa minggu, meski meninggalkan sedikit efek. Namun, ada banyak kasus juga berakibat fatal sampai meninggal dunia.

Menurut artikel yang dibuat The New York Times tahun lalu (terkait kematian Debbie Reynolds), sindrom Takotsubo paling banyak dialami oleh perempuan, dan biasanya berakhir fatal jika dialami oleh perempuan paruh baya.

"Satu alasan yang mungkin adalah estrogen melindungi pembuluh jantung yang lebih kecil, pembuluh yang paling dapat terpengaruh oleh hormon stres, dan kadar estrogen turun seiring bertambahnya usia," ungkap dokter Ilan Wittstein, penulis jurnal yang terbit pada 2005 itu.

Sindrom patah hati dapat terjadi tidak hanya setelah ada kesedihan, tetapi juga bisa terjadi setelah mendapat tekanan yang mendadak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.