Kompas.com - 26/10/2017, 08:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Dalam serangan jantung pada umumnya, bentuk gumpalan (biasanya dari plak) dalam pembuluh darah seseorang dapat membatasi aliran darah yang menghantarkan oksigen ke jantung.

Akan tetapi, dalam kasus sindrom Takotsubo, serangan jantung yang masif datang tanpa ada bekuan yang dapat diidentifikasi penyebabnya.

BACA: Patah Hati? Neuropsikolog Ini Anjurkan Anda untuk Latihan Otak

Gejala Takotsubo meniru serangan jantung normal. Pasien mengeluh sesak nafas, tekanan darah tinggi, dan nyeri pada dada. Namun, kondisi ini tidak disebabkan oleh adanya gumpalan darah, melainkan otot jantung yang lemah.

Banyak laporan kasus klinis dan penelitian tentang sindrom Takotsubo yang menunjukkan bahwa kondisi ini hampir selalu muncul pada individu yang pernah mengalami trauma intens atau kesulitan emosional yang ekstrem, tidak terkecuali patah hati karena kehilangan orang yang dicintai.

Dalam penelitian dengan judul Neurohumoral Features of Myocardial Stunning Due to Sudden Emotional Stress, yang terbit Februari 2005 di New England Journal of Medicine, para peneliti meninjau gejala ini pada 19 kasus, 18 di antaranya terjadi pada perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh para dokter dari Johns Hopkins University School of Medicine menuliskan bahwa sindrom ini berkaitan dengan bagaimana seseorang merespons secara hormonal terkait stres yang ekstrem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat seseorang mengalami peristiwa yang traumatis, tubuh akan melepaskan hormon stres ke aliran darah. Hormon stres ini menyebabkan otot jantung menjadi lemah.

Efeknya mirip dengan jebakan yang sering digunakan untuk menangkap gurita. Dari sinilah nama sindrom ini muncul.

BACA: Patah Hati Memang Memperpendek Umur

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.