Kompas.com - 14/06/2017, 12:09 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Patah hati akibat berakhirnya sebuah hubungan mungkin dapat dibantu dengan sedikit puisi puitis nan klasik dari pujangga. Lagu cinta juga tak kalah hebat sebagai teman untuk mengenang masa-masa indah bersama si dia.

Namun, alih-alih mendukung kegiatan-kegiatan itu, seorang neuropsikolog klinis menganjurkan latihan otak sebagai cara untuk move on dari kenangan si dia.

Barbara Sahakian, seorang profesor neuropsikologi klinis di Cambridge University, menjelajahi kemampuan tes otak yang sudah terkomputerisasi untuk memperkuat kontrol pada seseorang.

Dengan mengikuti instruksi untuk mengerjakan berbagai macam tugas sederhana dan berhenti ketika mendengar peringatan dari komputer, latihan ini dilakukan untuk mencegah seseorang dalam membuat keputusan yang akan disesali di kemudian hari.

Sejauh ini, ekperimen Sahakian hanya berfokus untuk mengurangi sikap impulsif pada orang-orang dengan gangguan kesehatan mental. Namun, dengan melatih bagian otak yang disebut prefrontal korteks, aplikasi latihan otak mungkin dapat membantu manusia yang sedang mabuk kepayang untuk lebih mengontrol dirinya sendiri.

“Lobus frontal berfungsi untuk mengontrol tindakan Anda dalam banyak situasi berbeda, baik saat mengerjakan latihan otak atau pun sedang merenungkan cinta yang hilang,” kata Sahakian, yang pernah menulis buku berjudul Sex, Lies, and Brain Scan.

Dia melanjutkan, latihan Ini seperti melatih otot dan mungkin akan membantu menghentikan seseorang yang patah hati agar tidak mengirim pesan secara berulang-ulang kepada mantannya. Otak sebenarnya sudah memiliki alat untuk menghentikan tindakan ini, yang diperlukan hanya latihan saja.

Jika pendekatan Sahakian berhasil, maka pengendalian impuls akan bisa dilatih layaknya melatih kekuatan fisik di pusat kebugaran. Namun, latihan otak ini membutuhkan komitmen yang cukup besar agar terasa efeknya. Seseorang yang baru saja mengakhiri hubungan bisa jadi membutuhkan latihan otak selama delapan jam dalam satu bulan untuk mengendalikan impuls mereka.

Namun, selagi menunggu pembuktian Sahakian, si patah hati bisa beralih ke temuan psikologi lainnya.

Pada tahun 2012, Naomi Eisenberger, seorang psikolog di University of California di Los Angeles, menemukan bukti bahwa menenggak parasetamol dapat mengurangi rasa sakit karena patah hati. Obat itu bisa efektif karena sensasi yang datang dari patah hati diduga menumpangi sirkuit otak yang memproduksi rasa sakit fisik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Fenomena
Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.