Ini yang Tidak Kita Tahu Soal Kesetiaan Penguin Kaisar Jantan - Kompas.com

Ini yang Tidak Kita Tahu Soal Kesetiaan Penguin Kaisar Jantan

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 12/01/2018, 18:06 WIB
Penguin kaisar dewasa dan anak mereka di dekat stasiun penelitian di Terre Adélie, Antartika. Periset menemukan bahwa penguin jantan sering kali menyelinap ke luar dari koloni untuk berburu selama musim kawin. Penguin kaisar dewasa dan anak mereka di dekat stasiun penelitian di Terre Adélie, Antartika. Periset menemukan bahwa penguin jantan sering kali menyelinap ke luar dari koloni untuk berburu selama musim kawin.

 

KOMPAS.com -- Anda mungkin sudah tahu bahwa  penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) adalah salah satu penguin besar di Antartika dengan tinggi yang bisa mencapai satu meter Namun, tahukah Anda bahwa penguin kaisar jantan dikenal juga sebagai sosok ayah bertanggung jawab?

Banyak cerita yang mengatakan kalau penguin jantan seperti hot papa dalam dunia binatang. Dalam berbagai film dokumenter dan animasi seperti Happy Feet, mereka digambarkan akan menjaga dan melindungi telur anaknya selagi pasangannya mencari makanan selama 115 hari.

Namun, tampaknya cerita itu tak sepenuhnya benar. Pengamatan yang dilakukan oleh Gerald L Kooyman, ahli biologi kelautan di Scripps Institution of Oceanography di UCLA, San Diego, justru menemukan fakta yang berbeda.

Kooyman melakukan pengamatannya bukan hanya setahun dua tahun, melainkan sudah sejak akhir Mei 1998.

Baca juga : Kedinginan, Kebun Binatang Terpaksa Masukkan Penguin ke Dalam Ruangan

Pada waktu itu, Kooyman bersama timnya berkunjung ke tanjung Washington di Antartika. Mereka melihat penguin-penguin itu bukannya menjaga anak, malah menghabiskan waktu untuk beristirahat dan mencari ikan di kegelapan salju dan musim dingin.

Kooyman dan koleganya pun sangat terkejut saat melihat sekitar 30 penguin berenang melintasi kapal mereka. Saat itu pula, mereka melihat ada jalur baru yang menandai antara area perkembangbiakan penguin dan air laut. Jalur itu menandakan bahwa penguin sering menggunakannya.

Setidaknya sampai akhir kunjungan tim Kooyman ke tanjung tersebut, ada lebih dari 100 penguin kaisar yang berenang menuju laut atau kembali dari laut.

Sebelum meninggalkan tanjung yang berjarak 10 kilometer dari tepi laut es, Kooyman menandai empat penguin dengan penanda satelit dan 'saklar air' agar mereka bisa melacak sejauh mana para penguin pergi meninggalkan anak dan koloninya untuk beristirahat.

Dari situ, diketahui bahwa penguin terus berenang di bawah sinar bulan selama musim kawin dan baru berhenti saat betina bertelur.

Baca juga : Setinggi Kulkas, Inilah Wujud Penguin Terbesar Kedua dalam Sejarah

Temuan yang dipublikasikan di Journal of Experimental Biology, Selasa (9/1/2018), menunjukkan bahwa pada penelitian sebelumnya terkait penguin kaisar hanya menggunakan sampel kecil untuk mewakili seluruh spesies penguin.

"Hampir semua penelitian tentang pembiakan pada musim dingin mengambil sampel populasi yang berjarak 100 kilometer dari tepi es, seperti stasiun penelitian Dumont D'Urville. Hal ini tentu saja tidak memungkinkan penguin jantan di area perkembangbiakan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas dengan berenang dan memancing," jelas Kooyman di New York Times, Rabu (9/1/2018).

Berbeda dengan stasiun penelitian Dumont D'Urville, Kooyman mengambil sampel dari koloni yang berjarak hanya 10 kilometer dari tepi es.

Dari hal ini, penulis berpendapat bahwa seberapa lama penguin fokus merawat anak sangat ditentukan oleh jarak area pengembangbiakan dengan batas laut es.

Kooyman memperkirakan penguin di tanjung Washington yang ditemuinya fokus menjaga anak mereka sekitar 65 hari saja.

Baca juga : Penguin Mata Kuning Terancam Punah, Apakah karena Ulah Nelayan?

Selain itu, penemuan bahwa penguin berhasil berburu dalam kegelapan mungkin merupakan kabar baik bagi spesies yang bersaing karena hilangnya habitat akibat perubahan iklim.

"Jika terjadi pemanasan global, sangat mungkin penguin pergi ke selatan supaya bisa mendapatkan es laut yang stabil untuk pengembangbiakan yang tidak dimiliki di koloni utara," kata Kooyman.

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM