Setinggi Kulkas, Inilah Wujud Penguin Terbesar Kedua dalam Sejarah - Kompas.com

Setinggi Kulkas, Inilah Wujud Penguin Terbesar Kedua dalam Sejarah

Kompas.com - 13/12/2017, 18:06 WIB
Ilustrasi Kumimanu biceae Ilustrasi Kumimanu biceae

KOMPAS.com –- Pada saat ini, spesies penguin terbesar di dunia adalah penguin kaisar (Aptenodytes forsteri). Tinginya sekitar satu meter dengan berat 35 kilogram.

Namun, penemuan terbaru mengukuhkan bahwa penguin purba punya tubuh yang jauh lebih besar dan tinggi hampir sama dengan kulkas di rumah Anda atau sekitar 1,7 meter. Berat tubuh mereka juga hampir tiga kali lipat penguin kaisar, yaitu sekitar 100 kilogram.

Mereka bekeliaran pada 55 juta sampai 59 tahun yang lalu atau 7-11 juta tahun setelah asteroid menabrak bumi dan membunuh dinosaurus non-unggas.

Alan Tennyson, kurator vertebrata di Museum Selandia Baru menemukan fosil itu bersama ahli paleontologi Paul Scofield di sebuah pantai di Provinsi Otago Selandia Baru pada tahun 2004.

Lalu, bersama Vanesa L De Pietri dan Gerald Mayr, dia memublikasikan temuan ini di jurnal Nature Communications pada Selasa (12/12/2017).

Baca juga : Antartika Berduka, Ribuan Anak Penguin Mati Kelaparan

Pada mulanya, mereka sempat mengira bahwa fosil yang ditemukan adalah milik seekor kura-kura raksasa. Akhirnya, pada tahun 2015 teknisi fosil menemukan bagian dari tulang belikat yang dinamakan coracoid. Ini menjadi kunci bahwa fosil itu berasal dari penguin.

"Ukuran yang sangat besar tampaknya telah berkembang sejak awal dalam evolusi penguin, segera setelah burung-burung ini kehilangan kemampuan terbang mereka," kata Mayr seperti dikutip Live Science pada Selasa (12/12/2017).

Penguin raksasa itu diberi nama Kumimanu biceae.

Nama genusnya, Kumimanu, diambil dari budaya asli Maori di Selandia Baru di mana "Kumi" adalah sebuah monster mitologis sedangkan "Manu" berarti burung. Sementara itu, nama spesies diambil dari nama sapaan ibu Tennyson, Beatrice "Bice" A Tennyson, yang mendorong anaknya untuk mengejar ketertarikannya terhadap sejarah alam.

K biceae  punya anatomi berbeda dengan penguin modern. Mayr mengatakan, paruhnya lebih panjang yang memungkinkan untuk menusuk ikan.

Kesamaannya, bulunya khas seperti penguin modern, bergoyang-goyang saat berjalan tegak dengan kaki pendeknya, dan mengunakan tangan seperti sayap yang membantunya berenang.

Baca juga : Antartika Berduka, Ribuan Anak Penguin Mati Kelaparan

Meski bertubuh raksasa, K biceae bukanlah penguin terbesar dalam sejarah.

Rekor penguin terbesar masih dipegang oleh Palaeeudyptes klekowskii yang hidup 37 juta tahun lalu di Antartika. Saat berdiri tingginya mencapai dua meter dengan berat mecapai 115 Kilogram (250 pound). Penemuannya telah dipublikasikan di jurnal Comptes Rendus Palevol volume 13 tahun 2014.

“(Kemungkinan besar) ukuran raksasa berkembang lebih dari satu kali dalam evolusi penguin," kata Mayr.

Sementara itu, Daniel Ksepka, kurator di Museum Bruce di Greenwich, Connecticut, yang tidak terlibat dalam penelitian berkata bahwa penemuan ini menunjukkan penguin bertambah besar dengan cepat dan hampir semua perkembangan penguin terjadi di Selandia baru.

Hal ini dimungkinkan karena banyaknya ikan yang tersedia. Di sana, tak ada mamalia asli atau predator yang mengancam para penguin saat pergi ke darat, merontokkan bulunya, dan bertelur.

G. Mayr/Senckenberg Research Institute Grafik perbandingan tulang humerus dan coracoid


EditorShierine Wangsa Wibawa

Komentar
Close Ads X