Kompas.com - 18/02/2020, 20:00 WIB

"Jika orgasme berkembang untuk beberapa alasan adaptif, tetapi mereka tidak lagi adaptif, mereka seharusnya menghilang. Dan jelas, orgasme perempuan nyata".

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orgasme mampu menciptakan kondisi yang sempurna untuk pembuahan.

Satu studi menemukan bahwa wanita yang mengalami orgasme berdekatan dengan saat suami akan mengeluarkan sperma, jumlah sperma yang dikeluarkan akan lebih banyak.

Ini berbeda dengan wanita yang mengalami orgasme jauh lebih awal atau lebih lambat daripada pasangan mereka.

Baca juga: Lingga-Yoni: Kenapa Orang Memejamkan Mata saat Bercinta dan Ciuman?

Para ilmuwan bahkan telah mencoba menggambar korelasi antara jumlah orgasme yang dimiliki wanita dan jumlah anak yang dimiliki.

"Namun, bukti untuk hipotesis ini goyah dan tidak menarik hubungan sebab akibat langsung antara orgasme dan konsepsi," kata seorang antropolog biologi dari Penn State University, David Puts yang juga mempelajari masalah ini.

Russell menambahkan, teori yang ada tentang orgasme wanita menambah lebih banyak pertanyaan lagi.

Bagaimana jika orgasme tidak ada hubungannya dengan reproduksi? Bagaimana jika, sebaliknya, itu berevolusi hanya untuk kesenangan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.