Kompas.com - 18/02/2020, 09:27 WIB
Suasana saat jenazah suami penyanyi Bunga Citra Lestari atau BCL, Ashraf saat tiba di kediaman di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Suasana saat jenazah suami penyanyi Bunga Citra Lestari atau BCL, Ashraf saat tiba di kediaman di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

KOMPAS.com - Aktor asal Malaysia, Ashraf Sinclair, dikabarkan meninggal dunia pagi ini, Selasa (18/2/2020).

Suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) itu meninggal karena serangan jantung pada usia 40 tahun.

Dari informasi yang dihimpun Antara News, Asraf mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.51 WIB di RS MMC Kuningan, Jakarta.

Untuk diketahui, beberapa serangan jantung ada yang muncul dengan sangat cepat dan intens. Hal ini salah satunya dialami mendiang mantan aktor cilik Cecep Reza "Bombom".

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Masih Muda dan Olahraga, Mengapa Bisa Kena Serangan Jantung?

Dalam pemberitaan Kompas.com Sains edisi Rabu (20/11/2019), Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA FSCAI, FAPSIC dari Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dan Pokja Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan, serangan jantung yang terjadi mendadak biasanya terjadi dalam waktu sangat singkat dan sulit tertolong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian kecil kasus kematian jantung mendadak tidak memiliki gejala apa pun.

"Pada umumnya, kasus kematian jantung mendadak disebabkan oleh gangguan irama jantung yang mendadak konslet," imbuh dia.

Irama jantung mendadak konslet maksudnya detak jantung seseorang tiba-tiba sangat cepat, yakni bisa berdetak 150 sampai 200 kali per menit. Padahal normalnya, jantung kita berdetak 60 sampai 80 kali per menit.

"Terlalu cepat sehingga jantung tidak memompa dengan efektif. Saat denyut jantung berdetak cepat sekali, itu membuat darah yang dikeluarkan tidak banyak," kata Antonia.

"Karena kan jantung harus isi darah, buang, isi, buang. Nah, kalau denyutnya sangat cepat, dia (jantung) tidak sempat mengisi (darah), jadi enggak ada yang dibuang," imbuhnya.

Hal ini seperti denyut terus berkepak, tetapi tidak dapat mengisi dan menyalurkan darah ke seluruh organ tubuh, tak terkecuali otak.

Antonia menjelaskan, ketika otak tidak mendapat darah dalam waktu empat menit, maka seseorang akan langsung tidak sadarkan diri.

"Tidak sadar dan tidak ditolong dengan cepat, namanya sudah mati batang otaknya," ungkap Antonia.

Tanda awal serangan jantung

Meski ada yang mengalami serangan jantung mendadak, kebanyakan kasus serangan jantung mulai secara perlahan, yakni dimulai dengan rasa sakit ringan atau tidak nyaman.

Berikut beberapa tanda atau gejala awal seseorang mengalami serangan jantung seperti dilandir Heart.org:

1. Dada terasa tidak nyaman

Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit. Bisa hilang, kemudian muncul lagi.

Kondisi ini terasa seperti ada tekanan yang tidak nyaman, terasa seperti diremas dan sakit.

2. Tubuh bagian atas tidak nyaman

Gejalanya bisa berupa rasa sakit atau tidak nyaman di salah satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

3. Sesak napas

Sesak napas dapat terjadi dengan atau tanpa ketidaknyamanan di dada.

4. Tanda lain

Tanda lain yang mungkin terjadi antara lain berkeringat dingin, mual, dan pusing.

Gejala bervariasi antara pria dan wanita

Dalam berita sebelumnya, dokter spesialis jantung dan pembuluh dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Dian Zamroni, SpJP(K) mengatakan bahwa laki-laki lebih berisiko kena serangan jantung dibanding perempuan.

"Laki-laki lebih berisiko karena perempuan mengalami menstruasi dan menghasilkan hormon estrogen yang bersifat protektif terhadap pembuluh darah," kata Dian.

Namun, bila serangan jantung dialami wanita, gejala yang paling umum adalah nyeri dada (angina).

Selain itu, perempuan lebih mungkin mengalami gejala umum, seperti sesak napas, mual atau muntah, dan sakit punggung atau rahang.

Baca juga: Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan hingga Pencegahannya

Pelajari gejala serangan jantung, dan ingat bahwa jika Anda tidak yakin mengalami serangan jantung, lebih baik periksakan.

Setiap menit sangat penting. Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.