Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Perempuan hingga Pencegahannya

Kompas.com - 22/01/2020, 08:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Fisik laki-laki dan perempuan memang jelas berbeda. Namun perbedaan tidak hanya terbatas pada penampilan luar dan organ reproduksi.

Dalam banyak hal yang berhubungan dengan organ, pembuluh darah, dan hormon juga berbeda antara perempuan dan laki-laki.

Contoh penting bisa dilihat pada sistem kardiovaskular dan penyakit yang berhubungan dengannya.

Tekanan darah tinggi dan masalah jantung umumnya dianggap sebagai penyakit laki-laki, tapi tentu saja itu tidak benar.

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu pada perempuan berusia di atas 35 tahun di seluruh dunia. Pada 2017 saja, terdapat 344.524 orang meninggal karena penyakit kardiovaskular di Jerman dan 55 persen dari mereka adalah perempuan.

Baca juga: Apakah Asam Lambung Naik Bisa Memicu Serangan Jantung?

Tubuh laki-laki dianggap sebagai 'tubuh normal'

Meski nyata memiliki perbedaan fisik, dunia medis telah lama memperlakukan lelaki dan perempuan seolah-olah identik secara biologis dan fisiologis.

Tubuh laki-laki biasanya dianggap sebagai "keadaan normal" karena studi medis umumnya dilakukan kepada kaum lelaki.

Tubuh perempuan dianggap terlalu rumit karena adanya siklus bulanan dan fluktuasi hormon terkait.

Baru pada tahun 1993 di Amerika Serikat ada peraturan yang mengharuskan lelaki dan perempuan dilibatkan dalam uji klinis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X