Kompas.com - 17/02/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.com - Musim hujan seringkali identik dengan melonjaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di wilayah tropis termasuk Indonesia. Bagaimana sebenarnya DBD ini dapat menyerang tubuh manusia?

Kompas.com menemui Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Sejauh ini yang diketahui, DBD ditularkan oleh gigitan nyamuk.

Baca juga: Lupakan Sejenak Virus Corona, Demam Berdarah Menghantui Kita

Ada dua jenis nyamuk sebagai perantara penularan virus dengue terhadap tubuh seorang manusia hingga menjadi penyakit DBD yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

"Kedua nyamuk ini yang dipercaya sebagai vektor atau perantara untuk menularkan virus dengue, penyebab penyakit DBD," kata Leo, saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (10/2/2020).

Mekanisme seseorang mengidap DBD

Leo berkata, seseorang yang terkena DBD, di pembuluh darahnya terdapat virus dengue.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika nyamuk biasa dari kedua jenis nyamuk perantara ini mengisap darah pada pasien positif DBD, virus dengue tersebut juga ikut mengalir di dalam tubuh nyamuk tadi.

Dalam nyamuk yang tadi, virus dengue ini bisa hidup. Sehingga sewaktu-waktu saat nyamuk tersebut menggigit orang yang sehat, virus dengue yang ada di dalam tubuh nyamuk itu ikut ditinggalkan melalui air liur nyamuk.

Dari situlah terjadi proses penularan virus dengue yang dibawa dari pasien DBD sebelumnya.

Baca juga: 4 Jenis Virus Penyebab Demam Berdarah dan Karakteristiknya

Untuk diketahui, seekor nyamuk bisa menularkan lebih dari satu orang pasien DBD, inilah yang disebut multiple bite.

"Jadi menggigit beberapa kali, menggigit orang yang sakit (DBD) dulu, ketika nyamuk itu lapar, dia menggigit orang yang sehat dan virus dengue pindah ke orang sehat tadi," kata dia.

Perihal penularan ini sendiri, kata Leo, seperti mata rantai. siapa yang pertama memiliki virus dengue itu sendiri, entah pada nyamuk perantara penularan itu sendiri, atau pasien DBD itu sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.