Radiasi Nuklir di Serpong, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan?

Kompas.com - 15/02/2020, 17:03 WIB
Radiasi nuklir yang memaparkan lahan kosong di Kawasan Perumahan Batam Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, berasal dari serpihan radioaktif.  Adanya serpihan limbah nuklir tersebut disebut diduga dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiRadiasi nuklir yang memaparkan lahan kosong di Kawasan Perumahan Batam Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, berasal dari serpihan radioaktif. Adanya serpihan limbah nuklir tersebut disebut diduga dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


KOMPAS.com - Paparan radiasi nuklir yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong akhirnya dikonfirmasi sebagai Caesium 137.

Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Batan hingga saat ini, masih terus melakukan pemeriksaan untuk menemukan sumber dari serpihan radioaktif yang ditemukan di Serpong.

"Hasil lab dari Batan, (serpihan radioaktif) sudah terkonfirmasi (mengandung unsur) Caesium 137," ujar Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Komunikasi Publik BAPETEN, Indra Gunawan kepada Kompas.com, Sabtu (15/2/2020).

Lalu, apa dampaknya bagi kesehatan?

Baca juga: Perumahan Terpapar Radiasi Nuklir di Serpong, Bapeten Sebut Belum Tentu karena Kebocoran

Indra memaparkan paparan radioaktif dari Caesium 137 ini pada dosis tertentu dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kanker.

"Kalau paparannya lebih dekat dengan organ mata, bisa sebabkan katarak," ungkapnya.

Bahkan, paparan radiasi radioaktif juga bisa memengaruhi vertil atau kesuburan pada pria, serta berbagai isu kesehatan lainnya.

"Namun, tergantung jenis paparan radiasinya (Caesium 137)," sambung dia.

Air tanah di lokasi tidak tercemar

Dalam kasus radiasi radioaktif nuklir, hal yang paling ditakutkan yakni pencemaran terhadap air tanah.

Tim gabungan ini telah melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air tanah dan tanah di lokasi ditemukannya objek radioaktif tersebut.

"Hasil lab Batan dari sampel tanah yang kami ambil sudah keluar. Hasilnya (air tanah) masih normal tidak ada kontaminasi (radioaktif). Itu tadinya yang kami takutkan," jelas Indra.

Selanjutnya, upaya pembersihan mulai dilakukan oleh tim teknis dari BATAN. Pengerukan tanah dan vegetasi di atasnya dalam proses dan diharapkan dapat segera selesai.

Baca juga: Radiasi Nuklir di Serpong Masih Tinggi, Dugaan Kontaminasi Caesium 137

"Luasan lokasi (tanah terkontaminasi) yang dikeruk, sekitar 10 kali 10 meter. Pengerukan akan dilakukan hingga ke lapisan (tanah) tertentu," kata Indra.

Menurut Indra, pembersihan lokasi yang terpapar radiasi nuklir tersebut, paling lama akan dilakukan hingga 20 hari.

Kendati demikian, Indra mengimbau agar masyarakat tetap tidak melewati garis batas area ditemukannya serpihan radioaktif tersebut.

Indra juga menepis isu terkait adanya kebocoran instalasi nuklir di kawasan nuklir Serpong.

"Kami informasikan itu (kebocoran nuklir) tidak ada. Selain itu, tidak ada paparan radiasi tinggi (dari Caesium 137) di komplek Batan. Jadi kami imbau masyarakat untuk bisa tetap beraktivitas seperti biasa," sambung Indra.

Baca juga: Apa Itu Caesium 137, Penyebab Radiasi Nuklir di Perumahan Serpong?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X