Titan, Bulan Mirip Bumi ini Gagal Buktikan Mungkin Ada Kehidupan

Kompas.com - 13/02/2020, 08:35 WIB
Ilustrasi Titan bulan Saturnus saat mengorbit di planet bercincin. Bulan terbesar di tata surya, setelah Ganymede bulan Jupiter. NASA Hubble Space TelescopeIlustrasi Titan bulan Saturnus saat mengorbit di planet bercincin. Bulan terbesar di tata surya, setelah Ganymede bulan Jupiter.

Sementara di Titan, peneliti berspekulasi, di masa lampau satu set gelembung yang sama mungkin telah muncul. Terdiri dari molekul berbasis nitrogen yang disebut azotosom.

Agar struktur-struktur itu muncul secara alami, maka secara fisika harus bekerja tepat dalam kondisi sebenarnya di Titan.

Untuk diketahui, bulan Saturnus ini memiliki suhu sekitar minus 185 derajat Celcius, tidak memiliki air yang cair atau oksigen di atmosfer.

Pada studi sebelumnya, menggunakan simulasi dinamika molekuler. Simulasi ini menunjukkan struktur gelembung seperti itu akan muncul dan wajar di dunia seperti Titan.

Namun, dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan pada 24 Januari di jurnal Science Advance menunjukkan simulasi sebelumnya itu salah.

Dalam makalah baru itu, peneliti mempelajari struktur tentang kelangsungan hidup termodinamika, dengan menggunakan simulasi yang lebih kompleks yang melibatkan mekanika kuantum.

Artinya, ketika bola diletakkan di atas bukit, kemungkinan akan berakhir di bawah karena posisi energi yang lebih rendah.

Demikian juga pada bahan kimia tertentu cenderung mengaturnya dalam pola energi paling sederhana.

Baca juga: Usai Cassini, NASA Siapkan Robot Baru untuk Jelajahi Lautan Titan

Para peneliti ingin tahu apakah azotosom akan menjadi pengatur paling sederhana, paling efisien untuk molekul-molekul yang mengandung nitrogen.

Namun, mereka menyimpulkan Titan merupakan kasus yang tepat untuk menguji batas kehidupan. Namun, kenyataannya Bulan planet bercincin ini gagal membuktikannya.

Dalam simulasi molekuler, azotosom menunjukkan termodinamika tidak layak di Titan.

Para peneliti mengungkapkan penelitian ini harusnya membantu Badan Antariksa Amerika (NASA) mencari tahu eksperimen apa yang akan dimasukkan dalam misi Dragonfly ke Titan, yang rencananya akan dilakukan pada 2030-an.

Kendati demikian, peneliti menilai secara teori masih ada kemungkinan kehidupan dapat muncul di bulan Saturnus.

Namun, kehidupan di Titan, bulan terbesar di planet Saturnus yang mirip Bumi itu kemungkinan tidak akan melibatkan apapun yang dikenal sebagai membran sel.

Baca juga: Wajah Titan Satelit Saturnus Terungkap, Ternyata Mirip Bumi

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X