Perubahan Dramatis Benua Baru Zealandia, Mungkinkah Akibat Cincin Api?

Kompas.com - 12/02/2020, 19:36 WIB
Zealandia IODPZealandia

Waktu transformasi topografi ini bersamaan dengan reorganisasi global lempeng tektonik di benua baru ini, yang dibuktikan dengan lekukan dalam rantai gunung api bawah laut Emperor-Hawaii.

Selain itu, adanya reorientasi berbagai pegunungan laut tengah dan permulaan subduksi, serta vulkanisme dan kegempaan terkait dalam suatu sabuk yang masih melingkar di sebagian besar Pasifik Barat.

"Meskipun subduksi mendorong siklus tektonik lempeng Bumi, para ilmuwan belum memahami bagaimana itu dimulai," jelas Sutherland.

Sebab, kata dia, pada saat itu sebelum reorganisasi lempeng tektonik global, para ilmuwan perlu menemukan penjelasan tentang bagaimana subduksi dimulai di area yang luas dalam waktu singkat.

Baca juga: Anomali Misterius di Bawah Benua Afrika Lemahkan Medan Magnet Bumi

Para penulis penelitian ini mengusulkan mekanisme baru, terkait peristiwa pecahnya subduksi yang menurut mereka mirip gempa bumi besar yang sangat lambat.

Mereka percaya akibat peristiwa itu, membangkitkan patahan subduksi kuno yang tidak aktif selama jutaan tahun.

"Kami tidak tahu di mana atau mengapa, tetapi sesuatu terjadi yang digerakkan secara lokal, dan ketika patahan mulai tergelincir, seperti dalam gempa bumi, gerakan itu dengan cepat menyebar ke samping yang berdekatan dengan sistem patahan dan kemudian di sekitar Pasifik barat," papar Sutherland.

Baca juga: Peneliti Inggris Prediksi 7 Benua Akan Jadi Satu Daratan

Kendati demikian, tidak seperti gempa bumi, peristiwa pecahnya subduksi ini mungkin membutuhkan lebih dari satu juta tahun untuk terungkap.

Pada akhirnya, imbuh Sutherland, catatan sedimen Zealandia seharusnya dapat membantu menentukan bagaimana dan mengapa peristiwa ini terjadi.

"Selain itu, apa konsekuensinya bagi hewan, tumbuhan dan iklim global," sambung dia.

Proses ini tidak memiliki analog modern dan karena peristiwa subduksi pecah terkait dengan waktu perubahan tektonik lempeng global yang cepat.

"Ahli geologi umumnya berasumsi bahwa memahami masa kini adalah kunci untuk memahami masa lalu. Tapi setidaknya dalam hal (perubahan benua baru Zealandia) ini mungkin tidak berlaku," jelas Sutherland.

Baca juga: Ekspedisi Menuju Benua ke-8 yang Hilang Dimulai

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sci-News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X