Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Kalau Ukuran Bumi Lebih Besar?

Kompas.com - 10/02/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi Planet Super Bumi (Super Earth) Chris LaurelIlustrasi Planet Super Bumi (Super Earth)

Berdasarkan super Bumi yang telah ditemukan para ilmuwan sejauh ini, kita tidak yakin bahwa super Bumi dapat dihuni. Teleskop luar angkasa Kepler juga menunjukkan kebanyakan super Bumi sangat dekat dengan bintangnya, seperti jarak merkurius dengan Matahari.

Agar Bumi dapat diperbandingkan, ia harus memiliki orbit sekitar 100 hari, kata Hilke Schlichting, seorang profesor astrofisika di University of California, Los Angeles.

“Orbit itu mungkin dihuni dalam sistem dengan bintang yang lebih kecil dari matahari, tetapi jika Bumi kita sedekat itu dengan matahari, semua air di planet ini akan menguap,” jelas  Schlichting.

Anehnya, Peneliti Flatiron di Pusat Yayasan Simon untuk Astrofisika Komputasi di New York City, Rodrigo Luger mengatakan banyak super Bumi yang ditemukan sejauh ini tampaknya kaya akan air, seakan seluruh dunia adalah air.

Menurutnya, ada kemungkinan planet-planet tersebut terbentuk dari potongan-potongan besar es dan kemudian bermigrasi dekat dengan bintang-bintang mereka, yang membuat es mereka mencair.

Namun, planet-planet ini mungkin tidak layak huni, karena samudera dalamnya jatuh ke lapisan es yang padat. Es ini tidak terbentuk oleh suhu rendah, tetapi oleh tekanan kuat dari lautan yang sangat dalam, yang memaksa molekul air menjadi keadaan padat.

Baca juga: Struktur Bumi: Lapisan dan Penjelasannya

Lapisan es ini menghalangi setiap interaksi antara atmosfer dan interior planet, yang berarti tidak ada siklus karbon atau tidak ada pertukaran mineral. Sehingga, Itu tidak layak untuk dihuni.

“Kenyataannya adalah para ilmuwan memiliki lebih banyak pertanyaan tentang super Bumi daripada jawaban mereka. Dan kita tidak sepenuhnya memahami fisika interior kita sendiri, apalagi planet yang jauh dari tata surya,” sambung Luger.

Belum dapat diketahui secara pasti, apa yang akan terjadi jika Bumi berukuran besar atau lebih dekat ke Matahari. Sebab, sejauh ini, tampaknya sangat beruntung manusia tidak hidup di planet super Bumi seperti itu.

Baca juga: Kristal Kuno Australia Ungkap Misteri Medan Magnet Pertama Bumi

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X