Ilmuwan AS: Pengeditan Gen CRISPR Efektif untuk Imunoterapi Kanker

Kompas.com - 10/02/2020, 18:33 WIB
Ilustrasi sel dan gen DNA kanker. SHUTTERSTOCK/CI PHOTOSIlustrasi sel dan gen DNA kanker.

Menurut penulis studi Carl June, seorang peneliti kanker di University of Pennsylvania dan salah satu pelopor terapi sel T, salah satu kandidat utama pendorong seperti itu adalah CRISPR.

"CRISPR menjanjikan fleksibilitas untuk dapat (istilahnya) menargetkan beberapa jarum ditumpukan jerami, jika Anda mau," kata June.

Salah satu bidang penelitian imunoterapi sel T, yakni melibatkan modifikasi genetika pada reseptor yang ditemukan di permukaan sel T.

Sehingga mereka dapat lebih mudah mengenali protein spesifik kanker yang dibuat oleh sel tumor, teknik ini dikenal sebagai terapi TCR.

Namun, kendala yang dihadapi terapi TCR dalam percobaan adalah perubahan yang dilakukan pada sel T ini kadang-kadang tidak seaman seharusnya, sebagian karena gangguan dari reseptor yang diekspresikan secara alami oleh sel T.

Baca juga: Deteksi Dini Tingkatkan Angka Harapan Hidup Pasien Kanker, Kok Bisa?

Para ilmuwan seperti June telah berteori bahwa CRISPR, yang menggunakan enzim untuk memotong atau memasukkan bit DNA dari sel, dapat dengan aman digunakan untuk merobohkan beberapa rintangan alami ini sekaligus, yang akan memperkuat proses TCR.

Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan Science, June dan timnya merinci bagaimana mereka menguji apakah sel yang diedit ini dapat hidup dalam tubuh manusia tanpa menyebabkan masalah yang tidak terduga.

Satu keprihatinan signifikan adalah karena enzim penting yang digunakan oleh CRISPR berasal dari bakteri, pengenalan sel T yang diedit CRISPR ke dalam tubuh dapat menyebabkan respons imun sehingga mungkin dapat membunuh sel-sel sebelum mereka bekerja pada tumor.

Pada tiga pasien dengan kanker stadium lanjut yang tidak merespons pengobatan dengan baik, ada juga kekhawatiran sistem kekebalan tubuh mereka sangat rusak oleh terapi sebelumnya, sehingga sel-sel T tidak akan bertahan lama.

Baca juga: Mengenal Beberapa Pengobatan Kanker Paru, Nomor 4 Paling Baru

“Kami justru menemukan sebaliknya, kami memiliki ketahanan sel yang lebih lama. Dan pada level yang sangat tinggi yang sangat kuat, dan kami tidak melihat adanya peningkatan dalam respon imun,” sambung June.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Gizmodo
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X