Christina Koch, Astronot Perempuan Terlama di Luar Angkasa Pulang

Kompas.com - 09/02/2020, 18:03 WIB
NASA astronaut Christina Koch reacts shortly after landing in a remote area outside the town of Dzhezkazgan (Zhezkazgan), Kazakhstan, on February 6, 2020. - NASAs Christina Koch returned to Earth safely Thursday having shattered the spaceflight record for female astronauts after almost a year aboard the International Space Station. Koch touched down at 0912 GMT on the Kazakh steppe after 328 days in space along with Luca Parmitano of the European Space Agency and Alexander Skvortsov of the Russian space agency. (Photo by Sergei ILNITSKY / POOL / AFP) SERGEI ILNITSKYNASA astronaut Christina Koch reacts shortly after landing in a remote area outside the town of Dzhezkazgan (Zhezkazgan), Kazakhstan, on February 6, 2020. - NASAs Christina Koch returned to Earth safely Thursday having shattered the spaceflight record for female astronauts after almost a year aboard the International Space Station. Koch touched down at 0912 GMT on the Kazakh steppe after 328 days in space along with Luca Parmitano of the European Space Agency and Alexander Skvortsov of the Russian space agency. (Photo by Sergei ILNITSKY / POOL / AFP)

"Peggy Whitson yang saat ini berusia 60 tahun adalah pahlawan dan mentor saya dalam misi luar angkasa," ungkap Koch setelah melampaui rekor sebelumnya.

Setelah pendaratan itu, Koch juga mengatakan ingin menginspirasi generasi penjelajah berikutnya.

Koch juga membuat sejarah karena melakukan penerbangan yang setengah awaknya adalah wanita. Salah satu rekannya adalah astronot NASA Jessica Meir.

"Sangat menyenangkan bisa melompat di antara langit-langit dan lantai, kapan pun kamu mau," kata Koch sambil tersenyum.

Koch segera menuju kantor pusat NASA di Houton, melalui kota Kazakh Karaganda dan Cologne di Jerman. Nantinya Koch akan menjalani tes medis.

Data medis Koch akan sangat berharga bagi para ilmuwan NASA untuk menyusun rencana misi berawak jangka panjang ke Mars.

Ruang angkasa bagi perempuan

Wanita pertama di luar angaksa adalah kosmonot asal Rusia bernama Valentina Tereshkova. Ia terbang ke luar angkasa pada 1963.

Kemudian, kosmonot perempuan yang dikirim ke ISS adalah Yelena Serova pada 2014.

Baik Tereshkova dan Serova, saat ini menjadi anggota parlemen Rusia, di mana mereka mewakili partai United Russia.

Baca juga: Astronot Coba Memanggang Kue Kering di Luar Angkasa, Apakah Berhasil?

Jika Koch adalah astronot perempuan terlama yang pernah ada di luar angkasa dengan masa tinggal 328 hari, maka Scott Kelly memegang rekor sebagai astronot NASA terlama yang tinggal di ISS.

Dia tinggal di ISS 12 hari lebih lama dibanding Koch, yakni selama 340 hari sebelum akhirnya pulang ke Bumi pada 2016.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X