Marak Prostitusi Anak, Ahli Sebut 3 Faktor Pemicu Tak Terelakkan

Kompas.com - 06/02/2020, 12:34 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan seksual anak.

Ada berbagai macam faktor risiko yang memicu munculnya prostitusi anak. Mulai dari faktor ekonomi hingga pendidikan.

Faktor ekonomi

"Tujuan dari prostitusi tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah anak digunakan untuk membayar hutang orangtuanya," kata Ghianina yang juga ahli psikologi terapan dari Personal Growth kepada Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

"Hal ini menandakan bahwa faktor ekonomi dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya prostitusi anak," tegasnya.

Ghianina menyebut, tingkat kemiskinan yang tinggi di Indonesia mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai norma.

Salah satunya prostitusi anak agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dengan adanya pemikiran dan pemahaman seperti ini oleh orang tua, maka akan semakin meningkatkan angka prostitusi anak. Ini karena perlindungan utama yang dimiliki oleh seorang anak, yakni dari orang tua dan keluarga, malah membuat keberadaan anak digunakan untuk kepentingan kehidupan keluarga, tanpa mempertimbangkan kondisi anak itu sendiri," ujarnya.

Faktor pendidikan

Tingkat edukasi yang rendah dalam masyarakat juga sangat berperan.

Kurangnya edukasi di masyarakat dapat menyebabkan mereka tidak tahu dan tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan tersebut salah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X